student-star
Student Star
STUDENT STAR Jumat, 26/01/2018 08:51 WIB

Pesan Trio Pembongkar Jejak Vaksin Palsu

Pesan Trio Pembongkar Jejak Vaksin Palsu Dari kiri ke kanan: Audina Vidya Restanty, Apri Dwi Megawati, dan Oktavia Ditasari. (Foto: Dok. Bosch)
Jakarta, CNN Indonesia -- Keprihatinan pada peredaran vaksin palsu yang ramai diberitakan beberapa waktu lalu telah menginspirasi ketiga mahasiswi dari jurusan Teknik Kimia Universitas Brawijaya untuk membuat alat yang bisa mendeteksi vaksin palsu secara cepat dan murah. Mereka adalah Oktavia Ditasari, Audina Vidya Restanty, dan Apri Dwi Megawati.

Untuk membuat alat yang disebut X-Factor itu, mereka dibantu oleh dua mahasiswa lain dari bidang teknik elektronika, dan tentu saja dosen pembimbing. Alat ini telah memenangi medali emas kategori poster dan medali perunggu untuk kategori presentasi di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) Ke-30 Tahun 2017 yang diselenggarakan di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar beberapa waktu lalu.

Tak cuma itu, mereka juga memenangi Bosch Young Inventors 2017. Atas kemenangan itu, ketiga mahasiswi jurusan Teknik Kimia itu berhak berkunjung ke pusat penelitian dan pengembangan Bosch di Singapura dan mengikuti Bosch Innovation Bootcamp pada 17-20 Januari lalu. (baca: Dari Malang Membongkar Jejak Vaksin Palsu)

Apa pesan mereka untuk kalian anak-anak muda? Simak yuk komentar mereka satu per satu.

Oktavia Ditasari, 21 tahun.
Jangan pernah berhenti berkarya, Indonesia membutuhkan banyak banget anak muda yang bisa membantu negara ini. Masyarakat akan terbantu dengan inovasi. Tentang adanya masyarakat yang anti-vaksin, sangat disayangkan. Sebab ini program pemerintah. Industri juga serius dan didukung WHO juga. Vaksin ini aman. Kalau enggak pakai, bisa berbahaya.

Audina Vidya Restanty, 21 tahun.
Jangan pernah berhenti berkarya, kalau ada satu invoasi, kembangkan, jangan berhenti apapun masalahnya. Apalagi yang bermanfaat bagi masyarakat. Tentang vaksin, menurut saya pemerintah sudah memfasilitasi dan merupakan program dari pemerintah untuk pencegahan dini berbagai penyakit. Jadi harus didukung. Sebab vaksin baik untuk pencegahan dini.
 
Apri Dwi Megawati, 21 tahun.
Kalau banyak yang bilang masa muda penuh semangat, pesan saya, teruslah bermanfaat, mengembangkan posisi kita sebagai mahasiswa dan pemuda yang memberi manfaat, terutama untuk masalah di negeri kita. Dibandingkan dengan negara maju, dengan kecanggihan teknologi mereka, kenapa kita enggak bisa lakukan berbagai usaha? Bisa meniru mereka. Tentang vaksin, menurut saya vaksinasi merupakan cara untuk pencegahan penyakit, entah yang sebabkan penyakit berat dan kematian. Terlepas dari mereka yang beranggapan itu percuma, setidaknya itu adalah program dari pemerintah dan itu upaya dari orang tua untuk melindungi anak-anaknya, sehingga bisa hidup menjadi generasi penerus.

(ded/ded)
star Terpopuler