student-star
Student Star
STUDENT STAR Jumat, 05/01/2018 13:14 WIB

Neta Cynara: Mengejar Mimpi Sambil Keliling Dunia

Neta Cynara: Mengejar Mimpi Sambil Keliling Dunia Foto: dok. Facebook/Neta Cynara Anggina
Jakarta, CNN Indonesia -- Pernah membawa pulang 3 penghargaan "Most Diplomatic" dan "Best Delegation" mewakili nama Indonesia bersama teman-temannya di Asean Foundation Model Asean Meeting ke-3 di Manila, Neta Cynara Anggina, mahasiswi Hubungan Internasional Universitas Indonesia ini, berambisi menjadi seseorang yang dapat memberi pengaruh untuk dunia, terlebih untuk negaranya sendiri.

Usahanya meraih mimpi telah banyak dia lakukan sejak dini. Dia berperan aktif dalam kegiatan dan acara-acara yang membahas isu-isu global di berbagai belahan dunia. Hal ini dia lakukan demi mengumpulkan banyak pengalaman dan tentunya meningkatnya kualitas dirinya.

Menurut Neta, pengalaman adalah hal penting untuk membentuk skill diri. Kegiatan yang sering Neta ikuti adalah acara yang bentuknya berbeda-beda: lomba Model United Nations, konferensi untuk SDGs, program Civic Engagement, dan acara lainnya.

Beberapa acara yang pernah Neta ikuti antara lain World Youth Conference 2016 di India, International Student Conference oleh ISA di Jepang, AIT Youth Camp 2016 di China, Global Summit 2017 di Austria, International Student Festival in Trondheim (ISFiT) di Norwegia, dan lain-lain. Tujuan Neta ikut berkontribusi dalam kegiatan-kegiatan yg berbeda bentuk dan jenisnya ini adalah untuk mencoba kegiatan lain yang tidak itu-itu saja.

Semua pengalaman yang telah didapatkan menjadi hal yang bisa dijual untuk mengikuti konferensi-konferensi selanjutnya; mem-branding diri sendiri karena memiliki banyak pengalaman dalam bidang yang sama.

Sejak masih sekolah, Neta sudah banyak meraih prestasi membanggakan. Seperti saat masih SD, dia mewakili sekolahnya sebagai Dokter Kecil tingkat Jakarta Timur. Di SMP dia menerima beasiswa sekolah dan Valedictorian (lulusan terbaik) SMP Santo Markus II dengan nilai sekolah dan NEM tertinggi. Di bangku SMA, dia menjadi semifinalis Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Berbangsa dan Bernegara tingkat DKI Jakarta oleh MPR.

Tetapi, terjadinya semua kesuksesan Neta di atas pasti juga pernah diawali dengan kegagalan. Saat masih duduk di bangku SMA, Neta gagal lolos di seleksi exchange AFS (American Field Service), dan hal ini sangat mematahkan hatinya. Kegagalan ini tidak membuat dia menyerah begitu saja, Neta semakin memotivasi diri untuk tetap berusaha dapat keluar negeri walaupun bukan melalui student exchange.

"Dari dulu aku memang selalu diajarin mamaku untuk sekolah yang bener sampe dapat beasiswa ke luar negeri," kata penggemar Pak Marty Natalegawa (Mantan Menteri Luar Negeri RI ke-16) ini. Hal inilah yang mendorong dirinya menjadi semangat dengan hal-hal yang berbau internasional.

Neta semakin tertarik dengan isu-isu internasional dan ingin menjadi seorang diplomat. Keinginannya menjadi lebih terfasilitasi dengan mudah karena di jurusannya (Hubungan Internasional) terdapat banyak kesempatan dan informasi konferensi luar negeri.

Dengan aktif mengikuti kegiatan-kegiatan ini, Neta merasakan aktualisasi diri yang berguna untuk pertumbuhan dirinya. Dia menjadi lebih berani berbicara bahasa Inggris di depan penutur asing. Dia juga berani berdiskusi dengan orang-orang dari berbagai negara dengan cara berpikir yang berbeda-beda. Itu menambah banyak networking, dan yang terpenting, kegiatan ini mendorong kita untuk memikirkan keadaan negara kita sendiri.

Bagaimana sih cara Neta mengatur waktu antara berpartisipasi dalam konferensi-konferensi di luar negeri, dengan tetap aktif dalam kegiatan kampus? Anak kedua dari 4 bersaudara ini menjelaskan, bahwa dia selalu memilih untuk mengikuti acara yang bentrok dengan jadwal ujian apapun di kampus, karena tidak bisa susulan. Selama konferensi yang dia ikuti, dia memilih topik-topik yang sesuai dengan academic interest-nya di kuliah, sehingga persiapanpun dapat menggunakan bahan dan bahasan kuliahnya.

Mahasiswi Prestasi FISIP 2016 Universitas Indonesia ini juga berbagi tips dan persiapan apa saja yang diperlukan untuk ikut berpartisipasi dalam konferensi luar negeri. Kelancaran dalam berbicara bahasa Inggris sangat diperlukan karena beberapa acara akan menyeleksi pesertanya dari kemampuan berbahasa inggrisnya.

Berdasarkan pengalaman Neta, yang sangat diperlukan adalah kemampuan untuk mem-branding diri sendiri dengan baik. "Setiap konferensi pasti ada seleksinya dan pertanyaannya gitu-gitu aja, why do you want to join this? Why would we choose you? dan lain-lain. Hal ini juga mempermudah kita untuk menunjukkan bahwa jika kita terpilih, ada added value yang dapat kita kontribusikan dalam acara tersebut."

Mengikuti kegiatan dan acara-acara di luar negeri seperti ini memang pasti membutuhkan banyak biaya. Tapi jangan khawatir, biaya Neta berangkat ke negara-negara tersebut juga tidak sepenuhnya dari biaya pribadi. Neta giat mencari sponsor dan perusahaan-perusahaan yang mau mendukung dirinya berperan aktif membawa nama Indonesia ke dunia internasional.

Jadi, kalau kalian berminat dan terinspirasi lewat Neta, jangan takut mengenai biayanya. Keren banget ya, semoga kids zaman now terinsipirasi oleh sosok Neta yang berambisi membangun negara maupun dunia. Semangat penerus bangsa Indonesia! (ded/ded)
star Terpopuler
Artikel Terkait