student-star
Student Star
STUDENT STAR Jumat, 01/12/2017 08:09 WIB

Cerita Zydan Meraih Perak di Kontes Mengeja di Malaysia

Cerita Zydan Meraih Perak di Kontes Mengeja di Malaysia Zydan M. Fathussalam (Foto: dok. Qooco)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bahasa Inggris bukanlah mata pelajaran favorit Zydan M. Fathussalam, 14 tahun. Tapi justru pelajaran itu pula yang mengantarnya meraih prestasi. Dia meraih perak pada kompetisi Qooco Asia Spelling Cup 2017 di Kuala Lumpur, baru-baru ini.

“Pelajaran favorit saya adalah sains dan matematika,” kata Zydan kepada CNN Student melalui e-mail.

Zydan adalah salah satu finalis kompetisi mengeja asal Indonesia yang bertarung melawan 55 peserta dari China, Thailand, dan Malaysia. Mereka dibagi berdasarkan tingkatan sekolah. Ada level SD dan SMP.

Di putaran final, pada babak 10, tinggal Zydan, Aariz Salimee Bin Ilhan Salimee, 12 tahun, dari Malaysia, dan Zhu Weizheng, 13 tahun, dari China. Salimee gagal pada kata “bravura”, sehingga dia meraih posisi ketiga.

Zydan harus puas di posisi kedua setelah gagal mengalahkan Weizheng pada putaran ke-11 saat harus mengucapkan kata “Roodebok”. “Kata itu berasal dari bahasa Belanda, saya tahu artinya, tapi saya lupa ejaannya, saya lupa bahwa bunyi “u” itu adalah “o” ganda dalam bahasa Belanda,” katanya.

Weizheng juga pesaing terberat bagi Zydan. “Dia kalem banget, seakan-akan dia tahu setiap kata,” katanya.

Kompetisi mengeja semacam itu memang belum terlalu populer di Indonesia. Zydan mengatakan, sebetulnya ada banyak yang menyelenggarakan, namun minat orang Indonesia tak terlalu tinggi. Namun, dia optimistis melihat perkembangan pembelajaran bahasa asing menggunakan teknologi mobile macam yang diadakan oleh Qooco.

Sudah banyak sekolah di Indonesia yang mulai mengaplikasikan pembelajaran menggunakan teknologi. Sebagai contoh, Ujian Nasional pun sekarang sudah berbasis komputer. Di sisi lain, anak-anak muda Indonesia sudah akrab dengan gadget.

Zydan sendiri sudah menggunakan perangkat teknologi untuk belajar sejak kelas III SD. Orang-orang di sekitarnya yang mempengaruhi diri untuk menggunakan teknologi untuk belajar. “Itu sangat membantu, karena teknologi membuat pelajar menikmati proses belajar,” tuturnya.

(ded/ded)
star Terpopuler