keluarga
Keluarga
KELUARGA Kamis, 15/02/2018 13:52 WIB

Mengenal Kanker Payudara

Mengenal Kanker Payudara Ilustrasi (Foto: Dok. Padrinan/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kanker adalah penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh menjadi sel kanker. Sel kanker dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya. Sel-sel yang terus menerus tumbuh menjadi benjolan yang disebut dengan tumor. Kanker adalah penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker. Dalam perkembangannya, sel-sel kanker ini dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya sehingga dapat menyebabkan kematian.

Kanker sering dikenal oleh masyarakat sebagai tumor, padahal tidak semua tumor adalah kanker. Tumor adalah segala benjolan tidak normal atau abnormal. Tumor dibagi dalam 2 golongan, yaitu tumor jinak dan tumor ganas. Kanker adalah istilah umum untuk semua jenis tumor ganas.
 
Kebanyakan kanker menyebabkan kematian.  Di Amerika Serikat dan beberapa negara berkembang, kanker sekarang ini bertanggung jawab untuk sekitar 25 persen dari seluruh kematian. Dalam setahun, sekitar 0,5 persen dari populasi terdiagnosis kanker.

Pada pria dewasa di Amerika Serikat, kanker yang paling umum adalah kanker prostat (33% dari seluruh kasus kanker), kanker paru-paru (13%), kanker kolon dan rektum (10%), kanker kandung kemih (7%), dan "cutaneous melanoma (5%). Sebagai penyebab kematian, kanker paru-paru adalah yang paling umum (31%), diikuti oleh kanker prostat (10%), kanker kolon dan rektum (10%), kanker pankreas (5%) dan leukemia (4%).

Untuk dewasa wanita di Amerika Serikat, kanker payudara adalah kanker yang paling umum (32% dari seluruh kasus kanker), diikuti oleh kanker paru-paru (12%), kanker kolon dan rektum (11%), kanker endometrium (6%, uterus) dan limfoma non-Hodgkin (4%). Berdasarkan kasus kematian, kanker paru-paru paling umum (27% dari kematian kanker), diikuti oleh kanker payudara (15%), kanker kolon dan rektum (10%), kanker indung telur (6%), dan kanker pankreas (6%).

Statistik dapat bervariasi besar di negara lainnya. Di Indonesia, kanker menjadi penyumbang kematian ketiga terbesar setelah penyakit jantung. Dari segi biaya, penyakit kanker merupakan penyakit nomor 2 di Indonesia, setelah hemodialisis, yang banyak menghabiskan dana pemerintah.

Tentang Payudara
Payudara terdiri dari kumpulan kelenjar dan jaringan lemak yang terletak di antara kulit dan tulang dada. Kelenjar di dalam payudara akan menghasilkan susu setelah seorang perempuan melahirkan. Kelenjar-kelenjar susu disebut lobule yang membentuk lobe atau kantung penghasil susu. Terdapat 15 sampai 20 kantung penghasil susu pada setiap payudara, yang dihubungkan dengan saluran susu yang terkumpul di dalam puting. Sisa bagian dalam payudara terdiri dari jaringan lemak dan jaringan berserat yang saling berhubungan, yang mengikat payudara dan mempengaruhi bentuk dan ukuran. Terdapat juga pembuluh darah dan kelenjar getah bening pada payudara.

Kanker Payudara terbentuk dari lemak, jaringan ikat, dan ribuan lobulus (kelenjar kecil penghasil air susu). Saat seorang wanita melahirkan, Air Susu Ibu (ASI) akan dikirim ke puting melalui saluran kecil saat menyusui. Sel-sel dalam tubuh kita biasanya tumbuh dan berkembang biak secara teratur. Sel-sel baru hanya terbentuk saat dibutuhkan. Tetapi proses dalam tubuh pengidap kanker akan berbeda.

Proses tersebut akan berjalan secara tidak wajar sehingga pertumbuhan dan perkembangbiakan sel-sel menjadi tidak terkendali. Sel-sel abnormal tersebut juga bisa menyebar ke bagian-bagian tubuh lain melalui aliran darah. Inilah yang disebut kanker yang mengalami metastasis. Jika terdeteksi pada stadium awal, kanker dapat diobati sebelum menyebar ke bagian lain tubuh.

Gejala awal kanker payudara adalah benjolan atau penebalan pada jaringan kulit payudara. Tetapi sebagian besar benjolan belum tentu menandakan kanker. Kejadian kanker payudara di Indonesia mencapai sekitar 40 kasus setiap 100.000 penduduk pada tahun 2012, menurut data di organisasi kesehatan dunia (WHO). Dibandingkan dengan negara tetangga kita, Malaysia, kanker payudara di Indonesia lebih banyak diderita oleh wanita usia muda dan pada tahap yang lebih lanjut.

Kanker payudara tidak hanya menyerang kaum wanita tapi juga pria walaupun jarang.

Apa saja Jenis Kanker Payudara?
Dua di antara tiga wanita yang mengidap kanker payudara berusia di atas 50 tahun. Saat kamu menyadari adanya gejala kanker payudara, dianjurkan untuk segera mengonsultasikannya ke dokter. Setelah pemeriksaan, dokter biasanya merujuk kamu ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan diagnosis.

Kanker payudara umumnya terbagi dalam dua kategori, yaitu non-invasif dan invasif. Penjelasan lebih detailnya adalah sebagai berikut:

1. Kanker payudara invasif
Bentuk paling umum dari kanker payudara invasif adalah kanker payudara duktal invasif yang berkembang pada sel-sel pembentuk saluran payudara. Kata invasif berarti kanker ini dapat menyebar di luar payudara. Sekitar 80 persen dari semua kasus kanker payudara invasif merupakan jenis semacam ini. Jenis kanker payudara invasif lain meliputi:
- Kanker payudara lobular invasif. Penyakit ini berkembang pada kelenjar penghasil susu yang disebut lobulus. 
- Kanker payudara terinflamasi.
- Kanker Paget pada payudara.
Jenis-jenis kanker ini juga dikenal sebagai kanker payudara sekunder atau metastasis. Jenis ini dapat menyebar ke bagian lain tubuh. Penyebarannya biasanya melalui kelenjar getah bening (kelenjar kecil yang menyaring bakteri dari tubuh) atau aliran darah.

2. Kanker payudara non-invasif
Biasanya ditemukan melalui mamografi karena jarang menimbulkan benjolan. Jenis ini juga sering disebut pra kanker. Tipe yang paling umum dari kanker ini adalah duktal karsinoma in situ. Jenis kanker payudara ini bersifat jinak dan ditemukan dalam saluran (duktus) payudara, serta belum menyebar.

Pemeriksaan Payudara dan Genetika
Penyebab kanker payudara yang utama belum diketahui. Karena itu, pencegahan sepenuhnya untuk kanker payudara juga sulit ditentukan. Banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker, misalnya usia dan riwayat kesehatan keluarga.

Pemeriksaan payudara dan genetika dianjurkan untuk wanita dengan kemungkinan terkena kanker payudara melebihi rata-rata. Risiko kanker payudara meningkat seiring usia, maka wanita berusia 50-70 tahun dianjurkan memeriksakan diri setiap tiga tahun sekali. Wanita berusia 70 tahun ke atas juga dianjurkan untuk memeriksakan diri dan berkonsultasi dengan dokter.
 
Langkah-langkah Pengobatan Kanker Payudara
Satu dari sembilan orang wanita akan terkena kanker payudara selama masa hidup mereka. Kanker yang terdeteksi pada tahap awal memiliki peluang untuk sembuh melalui langkah-langkah pengobatan. Karena itu, sangat penting bagi seorang wanita untuk melakukan pemeriksaan payudara secara rutin.

Kanker payudara dapat diobati dengan kombinasi operasi, kemoterapi, dan radioterapi. Beberapa kasus kanker payudara juga dapat ditangani melalui terapi biologis atau hormon. Selama masa pengobatan dan pemulihan, dukungan dari orang lain (terutama keluarga serta teman dekat) bagi penderita kanker payudara sangatlah penting

Kanker payudara yang banyak menjangkiti perempuan ternyata disebabkan oleh beberapa hal. Selain gaya hidup tak sehat yang bisa memicu tumbuhnya sel kanker, penyakit kanker payudara juga bisa dipengaruhi oleh kondisi hormon seorang perempuan.

"Salah satu penyebab kanker payudara diduga adalah paparan hormon terhadap payudara," kata dokter spesialis bedah onkologi, Walta Gautama, ketika ditemui di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Pasalnya, produksi hormon esterogen yang tinggi bisa memicu kanker payudara.

Salah satu kondisi di mana produksi hormon esterogen diproduksi secara besar-besaran adalah ketika menstruasi. "Setiap menstruasi esterogennya tinggi. Makanya setiap menstruasi payudara jadi kencang dan terasa berat," ujar Walta.

Kanker payudara, yang dinyatakan sebagai ‘pembunuh’ no. 2 setelah kanker leher rahim, juga mengalami peningkatan yang signifikan setiap tahunnya. Kelebihan hormon esterogen yang menjalar sampai payudaralah yang mengaktifkan kanker payudara. Hormon esterogen yang diproduksi tubuh akan menjalar sampai ke payudara dan mengisi pembuluh darah. Hal inilah yang membuat payudara membesar ketika menstruasi. "Itu sudah mekanisme Tuhan untuk menjaga saluran payudara."

Oleh sebab itu, kanker payudara banyak terjadi memasuki usia 40 sampai 50 tahun. "Diperkirakan setiap perempuan akan mendapat faktor risiko jika mengalami 35-40 tahun kelebihan esterogen dalam hidup,” kata Walta. "Kalau menstruasinya waktu muda, misalnya 10 tahun dan menopausenya lama saat 40 atau 50 tahun risiko kanker payudara lebih besar karena mengalami kelebihan esterogen selama 30 sampai 40 tahun."

Faktor risiko kanker payudara bisa berkurang ketika perempuan hamil dan menyusui. Saat hamil, hormon esterogen fokus pada rahim sementara ketika menyusui, saluran di payudara sudah terisi hormon lainnya. Akibatnya paparan esterogen ke payudara akan terhambat.
Tak sampai di situ, penyebab kanker payudara juga disinyalir terjadi karena kegemukan. "Dalam penelitian, yang berkaitan erat dengan kanker payudara adalah lemak," ujar Walta. Jaringan lemak akan memproduksi hormon esterogen lebih banyak sehingga memicu aktifnya kanker payudara.
 
Di Indonesia terdapat beberapa faktor yang menyebabkan keterlambatan pengobatan maupun pencegahan kanker payudara. 70% dari penderita berkunjung ke dokter atau rumah sakit pada keadaan stadium lanjut.
- Hal lain yang juga menjadi faktor keterlambatan penderita :
- Takut operasi, kemoterapi dan radiasi.
- Masih percaya dengan pengobatan tradisional, dukun, paranormal atau ‘orang pintar’.
- Tidak percaya bahwa kanker payudara dapat disembuhkan.
- Tidak menyadari akan penyakit yang dideritanya.
- Sosial-ekonomi.
- Tidak mengetahui perlunya check up payudara secara rutin.

Hal-hal seperti di atas yang menambah banyaknya dan parahnya tingkatan penderita penyakit kanker payudara. (ded/ded)
star Terpopuler