keluarga
Keluarga
KELUARGA Rabu, 14/02/2018 12:45 WIB

Waspada Leptospirosis Setelah Banjir

Waspada Leptospirosis Setelah Banjir Bersih-bersih setelah banjir. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Permasalahan dalam upaya penanggulangan bencana, terutama dalam masa tanggap darurat bencana banjir sudah seharusnya bisa dilakukan secara komprehensip dan perlunya kewaspadaan semua pihak. Terutama dalam menghadapi potensi risiko yang kemungkinan terjadi dan dampak yang sangat berpengaruh yaitu menghadapi masalah kesehatan darurat.

Salah satu yang harus diwaspadai bersama adanya beberapa penyakit yang biasa timbul setelah terjadinya banjir. Berbagai penyakit yang perlu diwaspadai pada saat bencana banjir adalah diare, demam berdarah, infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), dan penyakit kulit.  Namun untuk pasca banjir yang perlu diwaspadai dan sering terjadi adalah risiko penyakit leptospirosis.

"Itu suatu penyakit yang berhubungan dengan lingkungan pada saat banjir. Penyakit ini sangat berbahaya, cuma munculnya biasanya ketika pasca banjir karena masa inkubasi," kata Wakil Direktur Administrasi dan Umum, Rumah Sakit (RS) PMI Bogor, dr. Mochamad Arfan Faturrahman.

Menurutnya, penyakit Leptospirosis merupakan suatu penyakit yang sering terjadi paska terjadinya bencana banjir, yang ditularkan melalui kencing tikus. Sebab, kencing hewan pengerat itu mengandung bakteri, sehingga dapat menyebabkan demam yang mirip dengan Demam Berdarah Dengue (DBD). Oleh karena itu, masyarakat harus mampu menjaga kebersihan tubuhnya kendati banjir telah surut.

Selain itu, tambahnya, untuk mencegah terjadinya penyakit leptospirosis tersebut, masyarakat dihimbau berperilaku hidup bersih dan sehat. Misalnya, memberi bayi ASI eksklusif, menggunakan air bersih, mMencuci tangan dan kaki dengan air bersih dan sabun, menggunakan jamban sehat, memberantas jentik di rumah, mengonsumsi buah dan sayur, melakukan aktivitas fisik setiap hari, tidak merokok.

"Untuk menghindari penyakit leptospirosis, bersihkan peralatan makan dan minum, gunakan sepatu booth dan rawat jika ada luka ke fasilitas kesehatan terdekat," ungkap dokter yang sudah malang melintang dalam bidang kesehatan darurat dalam operasi kemanusiaan bencana ini.

Leptospirosis umumnya menyerang di lokasi pasca banjir. Oleh sebab itu kita perlu waspada setelah bencana banjir. Tetap perhatikan kondisi lingkungan.

Sebagai panduan masyarakat awam akan kesehatan darurat, PMI sudah meluncurkan Aplikasi PMI-FirstAid. Aplikasi yang dibuat oleh Palang Merah Indonesia untuk membantu masyarakat mendapatkan pertolongan pertama. Berguna untuk penanganan penyakit selama dan sesudah banjir. Selain itu, informasi ditampilkan secara bertahap sehingga pengguna dapat dengan mudah mengikuti instruksi yang ada. (ded/ded)
star Terpopuler
Artikel Terkait