keluarga
Keluarga
KELUARGA Selasa, 13/02/2018 11:40 WIB

Berhentilah Melakukan Body Shaming

Berhentilah Melakukan Body Shaming Ilustrasi (Foto: Thinkstock/Photodisc)
Jakarta, CNN Indonesia -- Banyak orang orang yang ingin memiliki tubuh yang sempurna, ditambah lagi dengan kritikan-kritikan dari orang sekitar kita atau yang sering disebut dengan body shaming.

Body shaming merupakan bentuk dari tindakan mengomentari fisik, penampilan, atau citra diri seseorang baik dilakukan oleh orang lain atau pun terhadap diri kita sendiri. Body shaming itu sendiri ada berbagai macam, pertama ada fat shaming. Fat shaming adalah komentar negatif terhadap orang-orang yang memiliki badan gemuk atau plus size. Ada juga thin shaming yaitu komentar negatif terhadap orang orang yang memiliki badan kurus.

Pada kali ini kita akan ngebahas tentang fat shaming. Contoh-contoh fat shaming dapat kita lihat di kehidupan kita sehari-hari. Sebagai contoh: “Ih lo gendutan ya, diet dong makanya”, “Tuh pipi apa bakso? Bulet banget”. Contoh seperti ini sering kali kita dengar sehari hari.

Banyak orang yang menganggap fat shaming sebagai becandaan atau iseng. Namun sering kali kita tidak tahu bahwa komentar-komentar tersebut dapat berpengaruh kepada orang yang kita komentari dan diri sendiri.

Salah satu dampak yang sering terjadi adalah orang yang dikomentari tersebut atau yang disebut sebagai body shamers akan mulai diet ketat atau bahkan tidak makan hanya minum air putih saja yang dapat berujung jadi penyakit seperti anoreksia.

Fat shaming memiliki dampak yang besar bagi mental seseorang. Orang tersebut dapat membenci diri dia sendiri sehingga dia harus berusha keras mengubah dirinya seperti yang diinginkan. Dari melakukan diet ketat, makan obat obat pelangsing, minum teh pelangsing, segala cara akan dilakukan demi badan yang ideal.

Di zaman sekarang sering kali kita melihat para artis ataupun model yang memiliki tubuh langsing sehingga muncullah body goals. Body goals inilah yang sering dijadikan standar terutama untuk para kaum wanita untuk dibilang cantik. Sehingga memiliki tubuh yang langsing merupakan idaman semua wanita karena memiliki tubuh yang gemuk dianggap tidak memiliki daya tarik sehingga mereka berjuang kerasa untuk menguruskan badan.

Ternyata banyak juga loh artis yang kena body shaming dari para fans dan publik. Salah satu contohnya adalah Demi Lovato. Siapa yang nggak kenal sama Demi Lovato? Pada salah satu post Instagram tahun 2015 lalu, dia memposting fotonya dengan caption: “Belajar mencintai tubuh kamu, aku pernah membenci tubuhku tapi seseorang yang spesial membantu saya bagaimana cara mencintai tubuhku dan dia juga mencintainya.”

Cantik itu tidak mengenal ukuran loh, contohnya Ashley Graham. Ashley Graham merupakan plus size model, karena kecantikannya membuat dia direkrut oleh salah satu agensi modeling pada saat dia berumur 13 tahun dan pada Februari 2015 lalu melalui campaign-nya “Swim suit for all” menjadikan dia sebagai model plus size pertama yang tampil di majalah sport edisi pakaian renang.

Dari kisah Ashley Graham kita dapat belajar bahwa cantik tidak mengenal ukuran, makanya yuk kita sayangi diri kita sendiri. Namun bukan berarti kalian nggak boleh mendapatkan bentuk badan yang diinginkan. Tapi berhentilah menyakiti diri kita sendiri dengan diet ketat atau tidak mengkonsumsi makanan dengan benar. Cukup dengan berolahraga dan mengatur pola makan karena badan kamu juga butuh asupan gizi yang baik untuk tetap sehat loh.

Untuk kamu para body shamers yuk sayangi diri kita sendiri karena cantik itu tidak mengenal ukuran dan cantik itu diliat dari dalam, bukan bentuk fisik kita. Caranya adalah pertama, berpikir positif, tanamkan pikiran pikiran positif tentang diri kamu. Kedua, carilah sisi positif yang kamu punya seperti bakat atau hobi dan kembangkanlah bakat dan hobi kamu. Dan yang ketiga, tutuplah kupingmu dari komentar-komentar negatif karena ini adalah badanmu dan merupakan pemberian dari Tuhan. “Stop body shaming and start to love yourself.” (ded/ded)
star Terpopuler