keluarga
Keluarga
KELUARGA Jumat, 22/12/2017 11:39 WIB

Ketika Ibu Kamu di Fase Menopause, Ini yang Bisa Kamu Lakukan

Ketika Ibu Kamu di Fase Menopause, Ini yang Bisa Kamu Lakukan Ilustrasi (Foto: Thinkstock/Maria Teijeiro)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menopause adalah suatu peristiwa yang akan dialami oleh setiap wanita mulai menginjak usia 35–60 tahun, ini menandakan bahwa seorang wanita tidak lagi mengalami menstruasi dan tidak bisa lagi mengalami pembuahan. Ketika wanita mengalami menopause, kebanyakan wanita atau ibu–ibu akan menjadi lebih sensitif dalam berperilaku.

Seringkali banyak orang bercerita bahwa ibu mereka akan cenderung menjadi lebih galak dan cranky ketika berada di fase menopause. Hal ini disebabkan oleh adanya perubahan hormon yang ada di dalam tubuh wanita. Misalnya hormon esterogen dan progesterone yang mulai berhenti diproduksi oleh ovarium.

Fase menopause bisa diketahui atau dideteksi ketika ibumu memasuki fase pramenopause, di mana ibumu akan mengalami adanya perubahan siklus menstruasi. Selain itu darah yang dikeluarkan pada saat menstruasi tidak stabil, bisa banyak atau sedikit, atau bahkan tidak sama sekali, dan menyingkatnya durasi menstruasi. Ini disebabkan oleh ketidakstabilan jumlah hormon esterogen yang dihasilkan oleh ovarium (indung telur).

Selain ketidakstabilan pada menstruasi, kebanyakan ibu juga akan mengalami gangguan tidur dan hot flashes di mana dia akan merasakan panas dalam tubuhnya. Ini membuat dia menjadi mudah gelisah, sehingga sulit tidur, dan mudah terbangun ketika ia tidur.

Maka, tidak heran kalau ibumu juga mengalami perubahan mood yang menjadi lebih sensitif, ataupun galak tanpa alasan. Mungkin beberapa hal di atas membuat ia lelah dan mempengaruhi mood ibumu.

Hal lainnya yang dialami oleh kebanyakan wanita yang mengalami fase ini adalah terjadinya pengeroposan tulang yang mengakibatkan banyaknya tingkat wanita yang terkena osteoporosis, dan juga meningkatnya kadar kolestrol jahat (LDL), dan menurunnya kadar kolestrol baik (HDH). Ini disebabkan oleh kadar esterogen yang menurun, seperti yang dikatakan oleh dr. Iriyanti Maya dalam website alodokter.com.

Beberapa dari kita pasti pernah atau akan mengalami fase di mana Ibu kita akan memasuki masa menopause. Seperti yang diceritakan oleh Christine, seorang wanita yang 5 tahun lalu ibunya mengalami fase menopause. Dia mengatakan bahwa ketika itu dia melihat adanya perubahan terhadap ibunya baik secara kesehatan maupun sikap.

Pada awalnya, ibunya mengalami sakit yang terjadi terus-menerus, dia tidak bisa tidur karena gelisah, dan juga mudah terbangun ketika sudah tidur. Ibunya bahkan mengalami perubahan dalam sikap seperti lebih sensitif dan mudah marah. Terlebih ibunya suka marah tanpa alasan yang jelas.

Christine sampai membawa ibunya berobat ke mana pun karena tidak mengerti gejala menopause pada masa itu. Sampai akhirnya dia membawa ibunya ke sebuah laboratorium untuk melakukan pemeriksaan perut dengan USG, karena ia mengira terjadi sesuatu terhadap kesehatan perut ibunya. Pada saat itulah ia mengetahui bahwa ternyata ibunya memasuki masa menopause.

Berikut adalah hal-hal yang bisa kamu lakukan ketika ibumu mengalami fase menopause:
1. Menjadi lebih sabar menghadapi ibu.
Kamu harus bisa mengontrol emosi, dan menjadi lebih sabar, seperti yang dialami oleh Christine pada 5 tahun yang lalu. Dia agak sedikit terkejut dan kewalahan dengan amarah ibunya yang tidak bisa dikontrol. Itu membuat dia belajar bahwa di saat itu dia harus memahami ibunya lebih dalam. Dia menjadi lebih legowo terutama untuk menghadapi “ocehan/omelan” ibunya yang tanpa alasan.

2. Melakukan pekerjaan ibumu atau hal–hal baik yang jarang dilakukan.
Membantu ibumu dalam membersihkan rumah atau memasak bisa membantu ibumu untuk beristirahat dalam “masa beratnya”. Perlu kamu ketahui, di fase menopause ibumu akan mudah lelah karena kekurangan tidur. Kamu juga bisa melakukan hal–hal yang jarang kamu lakukan, seperti mengantar ibumu ke pasar, menemani ia belanja, dan mungkin menyelesaikan pekerjaan yang biasanya dilakukan ibumu. Kamu bisa mendapatkan pelajaran, berupa pembelajaran memasak, belanja, dan membereskan rumah secara tidak langsung saat melakukan ini.

Seperti yang dilakukan oleh Christine, dia jadi bisa mengendarai sepeda motor karena ibunya memerlukan dia untuk mencari obat di beberapa apotek. Dia bahkan mengurus ibunya seperti menggantikan popok, karena ibunya tidak kuat untuk ke kamar mandi pada masa itu.

3. Memahami posisi Ibu kamu
Ketahuilah, apa yang dilalui ibumu tidaklah mudah, karena ini melibatkan perubahan emosi dan penurunan kesehatan fisik untuk beberapa wanita.

4. Mengingatkan ibumu untuk melakukan ini
- Menjaga pola makan sehat, kalau diperlukan kamu harus memasak atau memilah milih apa yang harus dimakan ibumu, dengan memilih makanan yang berserat seperti buah dan sayuran.
- Mengingatkan ibumu untuk istirahat.
- Melakukan Teknik relaksasi, seperti mengolah pernapasan, yoga, ataupun meditasi

5. Mendoakan ibumu agar bisa melewati fase ini dengan baik.
Hal terakhir yang bisa kamu lakukan adalah mendoakan ibumu agar bisa melewati fase ini dengan baik, dalam artian tidak mengalami sakit ataupun stres. (ded/ded)
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik: Bunda, Kasihmu Tiada Tara
star Terpopuler