keluarga
Keluarga
KELUARGA Jumat, 02/06/2017 11:36 WIB

Efek Negatif Minuman Bersoda

Efek Negatif Minuman Bersoda Ilustrasi minuman bersoda. (Foto: kaicho20/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Minuman bersoda pasti tak asing bagi kamu. Ketika udara panas, minum minuman ringan bersoda yang dingin, akan terasa menawar dahaga.

Minuman bersoda disebut juga minuman berkarbonasi, sering disebut sebagai air soda menurut Afandi (2009). Pembuatannya dengan melarutkan gas CO2 yang disebut dengan istilah karbonasi, dan dapat membentuk asam karbonat dengan rumus kimia H2CO3.

Efek dari ditambahkannya gas CO2 pada minuman akan terdapat gelembung yang khas, gelembung yang terbentuk tersebut ialah CO2 atau karbondioksida yang dapat memberi kesan segar dalam produk tersebut.

Komposisi minuman ini biasanya mengandung air, karbondioksida (CO2), pemanis (siklamat, aspartam, sakarin), pewarna, asam fosfat, kafein, dan bahan tambahan pangan lainnya.

Kita boleh meminum-minuman bersoda asalkan tidak terlalu sering. Selalu ingat bahwa sesuatu yang berlebihan itu tidak baik untuk kesehatan.

Minuman bersoda sebenarnya tidak terlalu baik untuk kesehatan karena bahan-bahan yang terkandung di dalamnya menggunakan bahan-bahan kimia yang memiliki efek samping baik itu jangka pendek maupun jangka panjang. Apalagi kalau kamu meminumnya terlalu sering pada jangka waktu panjang. Apa saja efeknya?

1. Meningkatkan tekanan darah khususnya pada laki-laki
Mengapa bisa demikian? Menurut Abraham Fajar Wirawan dkk. dalam artikel The Effect of Carbonated Drink in Increasing Male Normal Blood Pressure, hipertensi dapat disebutkan juga sebagai silent killer, karena penyakit ini timbul secara tiba-tiba dan tanpa disertai gejala-gejala sebagai awal peringatan kepada tubuh. Hipertensi bisa dipicu kandungan natrium yang terkandung dalam minuman berkarbonasi, seperti pemanis buatan yang telah dijelaskan sebelumnya. Minuman bersoda juga mengandung banyak kafein.

Kandungan kafein dalam minuman bersoda jenis tersebut adalah sekitar 32-42 mg per kaleng 350 ml. Ini setara dengan sepertiga jumlah kafein dalam secangkir kopi. Hasil penelitian didapatkan bahwa rata-rata tekanan darah sistolik sebelum meminum minuman bersoda adalah sebesar 114,0667 mmHg (SD = 4,45617) dan rata-rata tekanan darah sistolik sesudah meminum minuman bersoda adalah sebesar 128,8333 mmHg (SD = 2,84160).

2. Meningkatkan Resiko terjadinya Kerusakan Ginjal
Menurut penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat, dengan mengambil sampel setidaknya 3.256 orang yang rutin mengonsumsi minuman berkarbonasi minimal 2 kali per hari, sebanyak 30 persen responden mengalami kerusakan ginjal dan penurunan fungsinya, serta 87 persen  mengalami peningkatan risiko terjadinya kanker pankreas.

Sedangkan dari hasil Riset Kesehatan Dasar didapatkan data di Propinsi Jawa Timur terdapat 0,3 persen terkena GGK, 0,7 persen batu ginjal, dan 11,1 persen menderita penyakit sendi dan asam urat karena minuman berkarbonasi. Bila orang dewasa dan remaja mengkonsumsi minuman ini sebanyak 420-450 kalori per hari, itu berarti lebih dari 20 persen kebutuhan kalori tubuh berasal dari minuman bersoda. Sedangkan menurut WHO hanya 10 persen dari total kalori yang digunakan oleh tubuh sehari-hari.

Minuman berkarbinasi memiliki asam fosfat yang cukup tinggi, asam fosfat ini nantinya akn mengganggu tubuh dalam upaya menyerap kalsium dan menyebabkan pengeroposan tulang, batu ginjal, dan gagal ginjal.

3. Meningkatkan Risiko Terkena Penyakit Karies Gigi
Karies gigi disebabkan oleh adanya permukaan gigi yang tidak teratur yang cenderung akan menyebabkan makanan tertinggal dan susah untuk dibersihkan. Makanan sisa yang tertinggal dapat mengandung karbohidrat yang tinggi hal ini akan memicu terjadinya fermentasi oleh mikroorganisme dan menjadi asam-asam organik yang mampu mengikis lapisan email gigi.

Pengikisan ini jauh lebih lambat kalau kita tidak banyak minum minuman berkarbonasi yang memiliki pH rendah atau asam. Saat kita meminum minuman bersoda, akan terjadi pengikisan email pada gigi 10 kali lebih kuat. Proses pelarutan email gigi terlihat dari berkurangya kadar kalsium dan fosfat yang terkandung dalam email gigi. Penyakit yang disebabkan oleh karies dapat menyebabkan penderita tidak dapat bekerja atau berpikir dengan baik.

4. Menyebabkan Obesitas
Menurut Europian Union Scientific Committee on food (2012), kandungan gula dalam 1 kali hidangan minuman bersoda sama dengan empat kali gula dalam minuman manis lainnya. Pada anak-anak maupun orang dewasa, meminum minuman bersoda dapat mengakibatkan perut buncit. Obesitas sangat berbahaya, mengapa demikian? Karena obesitas mampu memicu terjadinya penyakit berbahaya lainnya seperti diabetes, stroke, kerusakan jantung koroner, dan lainya.

5. Menipiskan Lapisan Lambung
Menurut Health Canada (2011), minuman berkarbonasi dapat mengikis lapisan lambung yang akan mengakibatkannya terganggunya sistem pencernaan pada lambung yang dapat menimbulkan rasa sakit perut bahkan membuat produksi gas dalam lambung meningkat. Hal ini berbahaya pada penderita penyakit maag.

6. Penyakit lainnya yang ditimbulkan dari mengonsumsi minuman berkarbonasi menurut U.S. Food and Drug Administration (2011), kandungan fruktosa atau pemanis pada minuman bersoda mampu memicu penyakit asam urat, menyebabkan diabetes karena pemanis buatannya yang tinggi, dan kandungan asam pada minuman bersoda membuat kulit menjadi keriput/ penuaan dini.

Kalau kamu minum minuman berkarbonasi, kamu  perlu membatasi asupannya. Air berkarbonasi memang baik menghilangkan dahaga dan memberikan kesegaran. Tapi jangan berlebihan ya. (ded/ded)
star Terpopuler