inspirasi
Inspirasi
INSPIRASI Sabtu, 24/02/2018 13:09 WIB

Fenomena DVD Bajakan dan Online Streaming yang Mengancam

Fenomena DVD Bajakan dan Online Streaming yang Mengancam Ilustrasi (Foto: ANTARA FOTO/Risky Andrianto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemain film layar lebar, Prilly Latuconsina, yang juga sebagai Humas bagi PARFI 56 (Persatuan Artis Film Indonesia), mendukung gerakan untuk memberantas pembajakan film. Dia berpesan, “Pembajakan film adalah kejahatan. Bagi para pembajak film, walaupun mudah tapi nanti kalian bisa dipenjara atau dihukum. Lebih baik kita menonton film original karena selain kualitasnya yang terjaga, suasana nonton di bioskop lebih nyaman dibandingkan dengan menonton film bajakan. Jadi, stop pembajakan film, tontonlah film original karena menonton film original itu terjangkau dengan menontonnya di bioskop.”

Warganet perlu mengetahui bahwa Indonesia mengalami kerugian sebesar Rp5 triliun setiap bulan karena pembajakan film. Kementerian Hukum dan HAM telah merekomendasikan 324 situs pembajak film dan musik untuk ditutup, namun selalu ada situs baru yang muncul. Lemahnya kesadaran masyarakat akan hukum di Indonesia mengenai UU Hak Cipta yang menyebutkan bahwa sinematografi termasuk ke dalam HKI yang dilindungi negara (Pasal 12 J) dan UU Nomor 19 Pasal 72 Tahun 2002 tentang Ketentuan Pidana terhadap pelanggar hak cipta, membuat pembajakan film menjadi sesuatu yang lazim sejak dahulu, bahkan kini bentuk pembajakan film kian beragam.

Masyarakat jauh lebih memilih membeli CD bajakan dengan harga murah sekitar Rp8.000–Rp10.000 dibandingkan harus membeli DVD original seharga Rp50.000–Rp200.000. Faktanya, film-film layar lebar Indonesia hampir tidak bisa ditemukan dalam bentuk DVD original. DVD original yang selalu dijual adalah film-film layar lebar asal luar negeri yang bahkan langka pembelinya.

Belum lagi ditambah adanya kehadiran online streaming dan download, yaitu penonton tidak perlu mengeluarkan uang sedikit pun untuk menonton film layar lebar Indonesia dan luar negeri, atau dengan kata lain adalah menonton gratis dari website atau situs di internet. Hal itulah yang menyebabkan beberapa tahun terakhir penonton mulai beralih menjadi penonton online daripada harus membeli DVD yang meski harganya murah namun hanya untuk satu kali tonton.

Survey membuktikan bahwa alasan utama penonton menjadikan online streaming dan download sebagai cara menonton terfavorit adalah karena gratis, kemudian disusul alasan pendukung lainnya yaitu film layar lebar yang seharusnya belum tayang di bioskop, atau sedang tayang, atau bahkan yang tidak ditayangkan di bioskop justru sudah lama tersedia lebih dahulu di situs nonton online streaming. Sebagian orang lainnya juga beralasan tidak mempunyai waktu untuk menonton film original di bioskop, serta beberapa di antaranya lebih memilih online streaming karena lebih merasa nyaman, bisa di mana saja, kapan saja, dengan siapa saja, dan sambil melakukan apapun.

Susahnya proses pembuatan film layar lebar hingga tahap promosi film tidak dipedulikan oleh masyarakat yang hanya ingin menikmati menonton film dengan cara termudah dan gratis. Bahkan seluruh besar biaya pembuatan film tidak sebanding dengan laba penjualan DVD bajakan yang keuntungannya hanya diraup oleh oknum pembajak dan penjual saja.

Solusi yang realistis, mudah, dan terjangkau bagi kita untuk turut menghentikan pembajakan film adalah dengan menonton film original di bioskop. Selain karena kualitas filmnya, kita dapat merasakan suasana berbeda jika menonton di bioskop. AC yang dingin, layar yang lebar, full audio, euforia menonton bersama, bahkan bisa sambil memesan makanan dan minuman yang cocok untuk menemani menonton seperti pop corn. Hanya dengan cukup membayar karcis bioskop seharga kurang lebih Rp25.000–Rp50.000 untuk menikmati film original yang berkualitas serta untuk mendukung dan ambil bagian dalam tindakan penghentian pembajakan film.

Pembajakan film terus terjadi karena tingginya minat dan permintaan penonton terhadap film bajakan dalam bentuk apapun. Jika selalu ada pembeli dan penonton film bajakan, maka akan selalu ada pula para pembajak film. Itulah mengapa kita harus berhenti menonton film bajakan, karena menonton film original pun tidak semahal dan sesulit yang dibayangkan yaitu dengan menonton di bioskop. (ded/ded)
star Terpopuler
Artikel Terkait