inspirasi
Inspirasi
INSPIRASI Kamis, 07/12/2017 12:46 WIB

Pemimpin Tak Selalu Dilahirkan, Tapi Bisa Dibentuk Sejak Dini

Pemimpin Tak Selalu Dilahirkan, Tapi Bisa Dibentuk Sejak Dini Ilustrasi (Foto: dok. Pixabay/ar130405)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemimpin itu sesungguhnya dapat muncul dari zaman apa saja. Sebab selain tidak dapat berharap kepemimpinan besar suatu zaman tertentu, masih dapat diperoleh pada zaman-zaman berikutnya. Kita pun perlu menyadari bahwa setiap zaman memiliki tantangan dan pergolakannya sendiri-sendiri.

Dengan demikian, menjadi tugas besar bagi generasi saat ini untuk menemukan sebuah kombinasi karakter kepemimpinan yang tepat bagi pemimpin masa kini dan masa mendatang.

Perlu dicatat pula bahwa kombinasi masyarakat saat ini yang secara mayoritas berasal dari generasi Z dan secara karakter lebih sensitif dengan isu-isu politik dan pemerintahan yang berkembang di media massa dan elektronik, tentu melahirkan generasi yang lebih kritis dan demanding sehingga perlu diimbangi dengan kemampuan pemimpin dalam merespon keinginan dan kemampuan masyarakat yang telah demikian hebatnya.

Berangkat dari konsep yang dibangun oleh Jim Collins dalam bukunya Good to Great dan pertama kali diperkenalkannya pada tahun 2001 dalam Harvard Bussiness Review, konsep Level 5 Leadership rasanya perlu untuk diadaptasi oleh para pemimpin masa kini. Konsep Level 5 Leadership lahir ketika pada tahun 1996 Collins mulai melakukan observasi dan penelitian terhadap 1.435 perusahaan untuk mendapatkan jawaban: “Apa yang membuat sebuah perusahaan menjadi hebat?”

Dari 1.435 perusahaan yang diobservasi dan setelah mengukur 40 tahun kinerja perusahaan-perusahaan tersebut, Collins memilih 11 perusahaan di antaranya, yang dianggap paling hebat. Collins mendapati bahwa para pemimpin di perusahaan-perusahaan tersebut memiliki kecenderungan sikap dan karakter yang mirip satu sama lain.

Mereka dikenal rendah hati, tidak berusaha untuk mendapatkan kesuksesan untuk diri mereka sendiri dan menekankan kepada seluruh elemen organisasi bahwa sukses bersama adalah sebuah keharusan. Namun demikian, meski terlihat rendah hati dan terkadang pemalu, mereka sama sekali tidak gentar ketika proses pengambilan keputusan dilakukan. Mereka tak segan memberikan pujian, namun juga tak ragu untuk mengklaim diri bertanggung jawab atas kinerja perusahaan yang kurang memuaskan.

Belajar dari hasil penelitian yang dilakukan Jim Collins, maka perlu kiranya bagi seorang pemimpin untuk membangun karakter yang hebat dan tak lekang waktu (timeless) melalui kombinasi paradoksikal dari kesantunan personal dan keteguhan profesional, berwawasan, inovatif dan rasional (knowledge skills), mampu memahami masalah-masalah kompleks dan mampu menemukan pemecahannya tanpa menimbulkan masalah baru (conceptual skills) serta berani mengambil keputusan dengan memperhitungkan berbagai macam risiko dengan diimbangi kemampuan dalam memanfaatkan kemajuan teknologi dan informasi yang ada.

Terkait dengan hal yang terakhir ini, seorang pemimpin selayaknya berani dan tidak ragu-ragu dalam mengambil keputusan. Sebab ketidakmampuan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan merupakan keputusan terburuk yang dapat diambil oleh seorang pemimpin.

Sudah bukan zamannya lagi bagi pemimpin untuk memerintah hanya dari meja tulisnya. Kepedulian pemimpin terhadap masyarakat terutama yang tercermin pada keinginan pemimpin untuk mengenal masyarakatnya dengan lebih mendalam sangat dibutuhkan.

Pemimpin dan pemerintah hendaknya dikenal bukan sebagai birokrat yang berkuasa memerintah, tapi sebagai abdi negara yang pada hakikatnya adalah pelayan masyarakat. Dengan demikian, pemerintah selayaknya hadir sebagai rekan/partner bagi masyarakat.

Terakhir, selama ini banyak dikatakan bahwa pemimpin itu dilahirkan (born to be a leader), padahal pemimpin dan jiwa kepemimpinan sesungguhnya dapat dibentuk sedari dini melalui peran pendidikan yang dihadirkan tidak hanya di sekolah. Namun utamanya dari lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat tempat ia tumbuh dan berkembang. Maka melalui sistem pendidikan yang baik, diharapkan akan tampil nantinya pemimpin-pemimpin masa depan yang siap ditempa dan tentunya berkualitas secara intelektual dan emosional. (ded/ded)
star Terpopuler