edukasi
Edukasi
EDUKASI Jumat, 23/02/2018 20:42 WIB

Ingat, Produk Lokal Murah Bukan Berarti Murahan

Ingat, Produk Lokal Murah Bukan Berarti Murahan Foto: Adhi Wicaksono/CNN Indonesia
Jakarta, CNN Indonesia -- Kemajuan teknologi yang kini membawa berbagai dampak positif, salah satunya adalah membuat batas-batas negara seolah-olah semu. Hal ini sangat berpengaruh terhadap aspek ekonomi negara masa kini, liberalisasi pasar merupakan salah satu hasil kasat mata dari adanya kemajuan teknologi yang nampaknya tak hanya dirasakan oleh negara-negara maju, namun juga negara berkembang seperti Indonesia, negara yang kita tempati sekarang ini.

Berbagai merek, cabang dan franchise luar hingga kini tak henti-hentinya membanjiri Indonesia, pun datang dengan bermacam-macam penawaran yang rasanya tak mampu disediakan oleh produsen dalam negeri. Budaya latah masyarakat Indonesia, yang juga dibarengi dengan sifat konsumtif, mendorong negara tetangga untuk terus memperluas peluang pasarnya di negara zamrud khatulistiwa. Fakta ini tentunya tidak menguntungkan bagi semua pihak, khususnya para pengusaha lokal yang baru saja memulai bisnisnya, dan pada akhirnya meninggalkan sejumlah pertanyaan seperti, apakah memang produk-produk dalam negeri unworthy of buying?

Kini, sepertinya sudah tidak ada lagi alasan bagi kita untuk mengabaikan produk buatan negara sendiri. Bahkan, tak hanya segelintir orang yang kini mulai membuka matanya terhadap produk lokal dan menyadari bahwa produsen-produsen dari negara sendiri memiliki daya saing yang cukup tinggi. Keberadaan toko-toko retail, seperti Brightspot, Pop-up market dan The Trademark Market merupakan bukti nyata dari fenomena peralihan minat yang terjadi di masyarakat, khususnya kaum remaja. Jadi, jawaban untuk pertanyaan diatas adalah tentu saja tidak.

Entah mengapa kita seringkali berpikiran bahwa apapun yang berasal dari negeri orang selalu datang dengan kualitas yang luar biasa, sedangkan pada kenyataannnya tidak selalu begitu. Fakta bahwa kini produk-produk Indonesia sudah setidaknya mampu untuk menyamai kualitas produk impor merupakan suatu pencapaian yang cukup menggembirakan. Sudah sangat banyak masyarakat kita yang berpendidikan atau setidaknya mencoba untuk mendidik dirinya sendiri untuk mengetahui hal-hal apa saja yang diinginkan masyarakat sekarang ini.

Sudah bukan hanya satu atau dua produsen yang acuh tak acuh dengan bahan yang mereka gunakan untuk membuat suatu produk, bahkan beberapa di antaranya seringkali melabeli produk mereka sebagai produk yang ramah lingkungan. Untuk produk-produk yang sifatnya dapat diaplikasikan secara langsung ke bagian tubuh atau muka, sudah banyak pula beberapa merek yang melabeli produknya sebagai produk aman yang tak menggunakan bahan-bahan kimia yang dapat mengganggu dan membahayakan kesehatan.

Belum lagi, kini media pun berperan sangat penting dalam menjaga standar mutu suatu produk. Ibaratnya, tak ada lagi merek yang dapat melancarkan tipu dayanya mengingat lazimnya ulasan-ulasan yang membahas tentang produk terkait secara jujur dan mendetail. Hal ini membuat kebanyakan produsen kerap meningkatkan mutu barang yang diproduksinya.

Bagi beberapa orang, harga memang bukanlah suatu masalah yang perlu dipikirkan. Namun, mayoritas masyarakat Indonesia melihat harga sebagai suatu patokan yang akan mempengaruhi daya belinya. Produk lokal biasanya menawarkan produk-produk yang notabene telah memiliki standar mutu baik dengan harga yang cenderung tidak menimbulkan kantong kering atau singkatnya, murah.

Mungkin perbandingan harganya dengan produk impor tak terlampau jauh karena kebanyakan produk lokal menggunakan jasa manusia dalam proses pembuatannya, namun setidaknya dapat membantu kita mengalokasikan dana tersebut untuk membeli barang-barang penting lainnya. Hal ini disebabkan karena biaya yang dibutuhkan untuk kegiatan distribusi seperti bahan bakar dan transportasi tidak terlalu banyak, mengingat segala kegiatan manufaktur pun dilakukan di dalam negeri.

Hal penting lainnya yang perlu dijadikan bahan pertimbangan apabila kita ingin membeli produk impor adalah target pasar mereka. Sudah tak jarang lagi bagi kita, masyarakat Indonesia, yang memiliki fisik cenderung lebih kecil dibandingkan dengan mereka yang berasal dari negara-negara barat, merasa adanya ketidakcocokan ukuran. Misalnya, ukuran S yang berarti 'small' seringkali tetap terasa terlalu besar untuk kondisi fisik kita. Lalu, kondisi cuaca pun tak lupa untuk dijadikan patokan, sehingga bahan-bahan yang digunakan juga menyesuaikan dengan kondisi di negara asal produk tersebut, menjadikannya semacam tidak nyaman untuk dipakai di negara tropis seperti Indonesia. Hal-hal diatas membuktikan bahwa unfortunately, target pasar yang mereka pasang pun sama sekali bukan kita.

Sudah pasti kebanyakkan dari kita pun tahu dengan membeli produk asal negara sendiri akan secara tidak langsung membawa keuntungan bagi perekonomian Indonesia. Namun, rupanya masih banyak saja yang pura-pura lupa dan bahkan menutup mata terkait bahasan ini. Hal-hal seperti meningkatkan devisa negara, memperluas lapangan pekerjaan, mengurangi tingkat kemiskinan yang akhirnya juga akan memperkecil probabitas adanya tindak kriminalitas merupakan segelintir dari banyaknya keuntungan yang dapat negara kita dapatkan dari peningkatan angka pembelian produk lokal yang sudah selayaknya kaum yang berpendidikan pun sadar paham betul.

Membeli produk Indonesia merupakan gambaran betapa besarnya rasa cinta masyarakat terhadap negara ini. Memang terdengar klise, namun hal ini benar adanya. Bayangkan betapa besar pengaruhnya apabila masyarakat Indonesia, ditengah-tengah derasnya arus barang impor, memilih untuk tetap setia pada produk-produk lokal.

Indira Junita Jauza
Mahasiswa Jurusan Ilmu Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyangan Bandung. (ded/ded)
star Terpopuler