edukasi
Edukasi
EDUKASI Rabu, 14/02/2018 15:53 WIB

Pantau Tanah Longsor, LIPI Punya Teknologinya

Pantau Tanah Longsor, LIPI Punya Teknologinya Longsor di kawasan Puncak, Jawa Barat. (Foto: CNN Indonesia/Gloria Safira Taylor)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pada musim penghujan saat ini, bencana tanah longsor menjadi ancaman. Malah, menurut data, sejak awal Januari hingga sekarang, sudah jatuh korban 19 orang meninggal dunia akibat tanah longsor di berbagai daerah di Indonesia. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sebetulnya punya inovasi untuk meminimalisir dampak bencana tanah longsor tersebut.

LIPI ternyata punya teknologi bernama Wireless Sensor Network for Landslide Monitoring (LIPI Wiseland). Teknologi ini adalah hasil riset tim peneliti dari Pusat Penelitian Geoteknologi, yang dipimpin oleh Adrin Tohari. LIPI Wiseland adalah teknologi pemantau gerakan tanah berbasis jaringan sensor nirkabel.

LIPI Wiseland bisa dipakai untuk memantau bahaya gerakan tanah dalam maupun dangkal, baik di lereng alami, potongan, maupun timbunan. Teknologi ini juga bisa dipakai untuk memantau keamanan struktur tiang bangunan tinggi, jembatan, dan gedung bertingkat. Teknologi ini sudah diuji coba di jembatan Cisomang di jalur tol Cipularang.

Wiseland mengandalkan sensor nirkabel berupa ekstensometer, tilt meter (mengecek kemiringan muka tanah), modul sensor untuk deteksi kadar dan tinggi rendah muka air tanah, dan rain gauge. Pengumpulan data sensor nirkabel yang dipasang di lokasi pemantauan itu kemudian dikirim ke gateway dan dimonitor melalui web.

"Jika melewati ambang batas, gateway bisa memicu alarm, dan setelah diverifikasi, pihak yang berwenang bisa memerintahkan evakuasi massa untuk meminimalisir terjadinya korban jiwa," kata Adrin, di Jakarta, kemarin.

Selain Wiseland, LIPI juga punya teknologi bernama The Greatest yang merupakan singkatan dari Teknologi Gravitasi Ekstraksi Air Tanah untuk Kestabilan Lereng. Teknologi ini mampu menurunkan muka air tanah di lereng, sehingga mencegah terjadinya longsor saat musim hujan. Cara kerjanya memakai prinsip siphon, yaitu pipa pindah yang memindahkan cairan dari wadah yang tidak bisa dimiringkan.

Wiseland dan The Greatest, kata Suryadi, diciptakan untuk deteksi dini dan mengurangi risiko korban jiwa. Sedangkan kerugian akibat bencana alam, sulit dicegah karena bencana longsor sendiri saat hendak terjadi sulit untuk dicegah.

Wiseland versi pertama sudah diujicobakan di Desa Sidamukti, Pangalengan, Jawa Barat, yang mengalami fenomena retakan tanah, versi kedua diuji coba di tol Cipularang Km. 100 yang pernah longsor pada 2013. Lalu, versi teranyar diuji coba di Desa Clapar, Banjarnegara, yang pernah longsor pada 2013.

Tapi perangkat-perangkat itu tak luput dari si tangan jahil. Baterai-baterai dan sejumlah sensor raib diambil pencuri. Contohnya yang di Cipularang Km. 100. Akhirnya tim LIPI memindahkan perangkat itu ke jembatan Cisomang untuk memantau pergeseran jembatan dan mengganti baterainya dengan yang lebih kecil agar tak memancing minat pencuri.


(ded/ded)
star Terpopuler