edukasi
Edukasi
EDUKASI Selasa, 13/02/2018 12:31 WIB

ACEX, Acaranya Anak Milenial untuk Anak Milenial

ACEX, Acaranya Anak Milenial untuk Anak Milenial Cyrill Adrian Wicaksono saat menyerahkan bola futsal kepada Kepala Sekolah SMP Labschool Kebayoran sebagai tanda dimulainya ACEX 2018. (Foto: UGC CNN Student/Acex2018)
Jakarta, CNN Indonesia -- Siapa mengira acara Art, Cultural, Education, and Sport Exhibition (ACEX) 2018 yang digelar di SMP Labschool Kebayoran benar-benar dikerjakan para siswa kelas VIII sekolah itu. Total panitianya mencapai 170 orang. Bagaimana mengatur orang sebanyak itu?

Menurut seorang orang tua murid, penentuan panitia ACEX sudah dimulai sejak mereka masuk ke kelas VIII. Dibukalah pendaftaran dan setiap siswa yang mendaftar menyebutkan jabatan yang diinginkan serta alasannya. Serta, harus sepengetahuan orang tua. OSIS dan guru kemudian menyusun kepanitiaan dan diumumkan pada akhir semester pertama.

Untuk ketua, terpilihlah Cyrill Adrian Wicaksono. Di bawahnya ada Rania Adhara Safira, wakil ketua ACEX. Mereka adalah orang yang paling berpengaruh dalam menjalankan acara ACEX ini.

Cyrill mengatakan anggota panitia adalah siswa kelas VIII di SMP Labschool Kebayoran, khususnya dari angkatan ke-16. Tentunya, dengan panitia sebanyak ini, dibutuhkan solidaritas tinggi dan kerjasama yang baik.

Cyrill mengakut tidak bisa menangani sendiri panitia yang besar. Karena itu dia membentuk tim-tim kecil yang benar-benar terkoordinasi. "Dan mereka sudah tahu apa yang dilakukan. Juga tentunya perlu bantuan dari teman-teman panitia dan angkatan untuk mengikuti instruksi dengan baik," tuturnya.

Suka dan duka harus dilewati bersama. Ada banyak sekali kendala yang harus dilewati dalam proses mempersiapkan kegiatan ini dari pembukaan hingga penutupan yang akan mendatang. Apalagi hal-hal tak terduga seperti cuaca yang tidak bisa diatur.

"Tetapi dengan persiapan yang matang, doa yang kuat, dan teman-teman angkatan 16 yang hebat, semua insya Allah bisa dipersiapkan terlebih dahulu dan diatasi dengan baik," tuturnya.

Acara besar seperti ACEX ini, pastinya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Menurut Cyrill, dana yang dibutuhkan mencapai ratusan juta rupiah. Untuk mecukupi semua kebutuhannya, dana diperoleh dari berbagai sumber. Sumber utamanya berasal dari sponsor dan donatur. Lainnya dari berbagai sumber seperti penjualan merchandise, jualan harian, tiket, biaya pendaftran, dan lain-lain. Sumber utama dana berasal dari sponsor dan donatur.

"Untuk mencari sponsor kami menghubungi kerabat dari teman-teman siswa SMP Labschool Kebayoran. Untuk tahap-tahapannya, kami mengirimkan proposal ke perusahaan-perusahaannya, dan jika perusahaan tersebut meminta untuk menjelaskan secara langsung mengenai proposal itu, kami akan presentasi ke kantor perusahaan tersebut," kata Cyrill.

Mempersiapkan ACEX memang tidak mudah, tapi semua itu tidak akan menjadi sia-sia jika dijalankan dengan baik dan hati yang satu. "Berusaha yang terbaik, hargai satu sama lain, dan kuatkan doa untuk ACEX 2018," kata Cyrill berpesan kepada teman-teman panitia dan seluruh angkatan 16.

Sebetulnya apa manfaat menjadi panitia sebuah kegiatan akbar seperti ACEX? Menurut orang tua, kegiatan tersebut melatih siswa untuk belajar merencanakan dan menjalankan acara, yang dibimbing dan diawasi oleh kepanitiaan dari guru dan orang tua yang disebut "Mother Team".

"Pelajaran yang ingin didapat tentu sangat banyak, mulai dari belajar merencanakan kegiatan, belajar mengelola waktu antara sekolah dan kegiatan ACEX, belajar berorganisasi dan berorganisasi, hingga belajar presentasi dan bertanggung jawab untuk melakukan aktifitasnya sesuai dengan bidangnya dengan baik," kata orang tua.

Kepala Sekolah SMP Labschool Kebayoran, Ibu Yati Suwartini, mengatakan sekolah telah memercayakan kegiatan sebesar ini kepada murid-murid yang masih SMP dengan tetap memberikan pendampingan. Yaitu, bimbingan penuh dari para guru dan orang tua murid.

Ibu Yati mengatakan, banyak pelajaran yang bisa didapat murid-murid melalui kegiatan ini. Dengan dibentuknya kepanitiaan, murid-murid belajar berdiskusi dan bekerja sama. Murid-murid bisa mengembangkan kreativitas dalam pemilihan tema dan pendekorasian.

"Selain itu, di sini murid dituntut untuk berpikir kritis dan berkomunikasi yang baik dengan pihak luar dan dalam. Diharapkan, melalui kegiatan ini murid-murid bisa mengembangkan keterampilan dan karakter yang baik sejak dini," ujar Ibu Yati.

ACEX sendiri akan diikuti 107 sekolah di DKI Jakarta dan sekitarnya. Total ada 18 bidang lomba yang diselenggarakan, di antaranya kegiatan pramuka, membaca puisi, digital poster, fotografi, tenis meja, menulis cerpen, skymun (debat), basket, futsal, LICD dan sebagainya. (ded/ded)
star Terpopuler