edukasi
Edukasi
EDUKASI Kamis, 11/01/2018 09:18 WIB

Bola Basket dalam Lintasan Sejarah 126 Tahun

Bola Basket dalam Lintasan Sejarah 126 Tahun Satria Muda dan Aspac, dua dari sejumlah klub basket di Indonesia (Foto: Adhi Wicaksono/CNN Indonesia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sudah 126 tahun bola basket menjadi olahraga yang banyak diminati masyarakat dunia. Awal mulanya basket adalah olahraga yang ditemukan oleh seorang guru olahraga, Dr. James Naismith, pada 21 Desember 1891. Dia menemukan basket secara tidak sengaja.

Naismith adalah seorang guru yang mengajar di perguruan tinggi YMCA, Springfield, Massacusetts. Pada awal ceritanya ia harus membuat sebuah permainan di ruangan tertutup untuk mengisi liburan musim dingin di New England. Hingga akhirnya olahraga tersebut sering dikenal sebagai bola basket pada Desember 1891.

Awalnya para siswa menolak beberapa gagasan tersebut karena dianggap terlalu keras dan kurang cocok dimainkan dalam ruangan. Dari hal tersebut Dr. James membuat beberapa peraturan dasar dalam bola basket dan mulai meminta para siswanya untuk bermain basket kembali.

Bola basket memulai pertandingan resmi pertamanya pada tanggal 20 Januari 1892 di tempat kerja Dr.James Naismith. Sebutan basket dicetuskan oleh muridnya secara tidak sengaja. Lalu, basket pun segera terkenal di seantero Amerika Serikat. Penggemar fanatik ditempatkan di seluruh cabang di Amerika Serikat.

Bola basket sendiri mempunyai peraturan yang berbeda antara dahulu dan sekarang. Pada awalnya bola hanya bisa berpindah melalui lemparan dan tidak ada dribble. Peraturan permainan basket diawali dengan 13 aturan dasar yang ditulis oleh James Naismith.

Masuknya basket di Indonesia
Ada beberapa informasi bahwa masuknya basket bersamaan dengan pedagang China menjelang kemerdekaan. Yaitu, sejak 1894, bola basket ini sendiri sudah dimainkan orang-orang China di Provinsi Tientsien dan kemudian menjalar ke seluruh daratan China. Hingga akhirnya kelompok pedagang yang modern memilih olahraga dari Amerika tersebut dan berdagang ke Indonesia.

Informasi ini diperkuat fakta menjelang dan pada awal kemerdekaan klub-klub bola basket di sejumlah kota besar seperti Jakarta, Medan, Bandung, Semarang, DI Yogyakarta, dan Surabaya sebagian besar tumbuh dari sekolah-sekolah China. Dari klub itu pula kemudian lahir salah seorang pemain legenda Indonesia, Liem Tjien Siong yang kemudian dikenal dengan nama Sonny Hendrawan.

Pada 1967 Sonny terpilih sebagai Pemain Terbaik pada Kejuaraan Bola Basket Asia IV di Seoul, Korea Selatan. Waktu itu, tim Indonesia menduduki peringkat ke-4 di bawah Filipina, Korea, dan Jepang.

Pada 1948, ketika Indonesia menggelar PON I digelar di Solo, bola basket sudah menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan. Ini membuktikan bahwa basket cepat memasyarakat dan secara resmi diakui negara.

Tiga tahun kemudian, Maladi sebagai Sekretaris Komite Olimpiade Indonesia (KOI) yang kemudian menjadi Menteri Olahraga, meminta Tonny Wen dan Wim Latumeten untuk membentuk organisasi bola basket. Namun akhirnya karena tuntutan kebutuhan untuk menyatukan organisasi basket, disepakati pembentukan Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia pada 1955, disingkat Perbasi

Prestasi Basket Indonesia
Indonesia hanya bisa menempati peringkat 108 dari 149 dunia. Indonesia masih kalah jauh dari Filipina yang sudah bisa menjadi nomor 30 dunia. Bahkan, Indonesia kalah oleh Malaysia, Thailand, dan Singapura dalam peringkat keseluruhan. Dari keseluruhan negara Asia yang tercantum dalam FIBA, Indonesia hanya berada di urutan ke 21 dari 29 negara.

Dalam perhelatan Sea Games 2017, Indonesia berhasil menempuh final. Akan tetapi pada akhirnya tumbang oleh Filipina dan hanya mendapatkan medali perak. Filipina hampir selalu berhasil meraih emas dalam Sea Games. Hanya satu medali emas yang lepas dari genggaman mereka, yaitu di SEA Games 1989. Dari 16 kali gelaran kompetisi basket dalam gelaran tersebut, Filipina berhasil meraih 15 medali emas.

Antusiasme masyarakat Indonesia dalam dunia bola basket juga tidak terlalu baik. Anak-anak lebih banyak memilih sepakbola atau futsal. Bisa dilihat dari tidak banyaknya lapang basket di Indonesia. Lalu, dalam pengamatan saya di daerah Bandung dan sekitarnya, kurang banyak lapang basket yang bisa dipakai dengan bebas.

Berbeda dengan Filipina, di negara tersebut bola basket menjadi salah satu salah satu kehidupan sehari-hari. Seperti dilansir Detiksport, warga Filipina membuat basket menjadi salah satu olahraga yang mudah ditemui. Masyarakat yang bermain basket dari remaja hingga dewasa.

Di taman-taman kota bisa ditemui warganya yang sedang bermain basket. Seperti ketika seorang bintang NBA Lebron James datang ke Manila pada 2013, ia disambut seperti seorang raja.

Antusiasme masyarakat Indonesia terhadap olaharaga bola basket ini pun, bisa dipengaruhi oleh media. Media tidak banyak memberitakan mengenai bola basket. Porsi pemberitaan bola basket masih kalah jauh dengan sepakbola.

Lalu, penyiaran pertandingan bola basket di Indonesia menjadi salah satu penyebab kurangnya antusiasme. Liga domestiknya pun baru beberapa tahun ke belakang ini disiarkan di televisi nasional. Akan tetapi, pada tahun 2017 ini ada televisi nasional yang menyiarkan pertandingan basket liga Amerika (NBA), walaupun tidak banyak menyiarkannya, tetapi hal ini cukup memberikan tontonan bola basket di Indonesia.

Akhirnya, apabila Indonesia ingin menjadikan bola basket sebagai olahraga yang banyak diminati, maka Indonesia harus konsisten dalam penyiaran pertandingan bola basket. Media mempunyai peranan penting dalam mensosialisasikan olahraga ini. Seiring dengan populernya basket di Indonesia, maka peminat pun akan lebih banyak. Dari hal tersebut, maka, tinggal pemerintah mengambil peran dalam pembinaan usia muda.

Lalu, dengan Indonesia menjadi salah satu tuan rumah FIBA Basketball World Cup pada 2023, kiranya akan membuat Indonesia sedikit berkembang. Minimal, dari segi infrastruktur akan lebih diperhatikan. Seperti pada saat Indonesia menjadi salah satu tuan rumah Piala Asia AFC 2007, segala infrastruktur akan lebih diperhatikan. Mungkin, dengan terpilihnya Indonesia, Indonesia akan lebih berusaha untuk membuat basket menjadi salah satu olahraga yang bisa membanggakan Indonesia. (ded/ded)
star Terpopuler
Artikel Terkait