edukasi
Edukasi
EDUKASI Kamis, 11/01/2018 16:12 WIB

Keminggris dan Formalitas Bulan Bahasa

Keminggris dan Formalitas Bulan Bahasa Ilustrasi (Foto: ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bulan Oktober menjadi peringatan tahunan mengenai bulan bahasa dan sastra di Indonesia. Pada dasarnya bulan bahasa adalah peringatan tentang diresmikannya bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi bangsa Indonesia.

Hingga kini peringatan bulan bahasa hanya menjadi formalitas seperti halnya peringatan-peringatan lain. Tidak ada perubahan signifikan dengan diperingatinya bulan bahasa di Indonesia. Akan tetapi, dengan diperingatinya bulan bahasa ini, diharapkan akan membuat masyarakat Indonesia sadar akan pentingnya bahasa Indonesia.

Indonesia sendiri krisis dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, terutama bagi pemuda dan pemudinya. Hal ini dinilai begitu miris, karena dasar diadakannya bulan bahasa pada bulan oktober adalah karena Sumpah Pemuda. Hal ini tidak merepresentasikan bagaimana pemuda saat ini. Saat ini pemuda-pemudi Indonesia seperti kehilangan identitas mengenai bahasa kebangsaan Indonesia ini.

Jarangnya menggunakan bahasa yang baik dan benar bisa dilihat dari aktivitas pemuda-pemudi Indonesia di media sosial. Misalnya saja dalam media sosial Twitter, mereka membahas mengenai suatu hal dengan mencampuradukkan bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris. Hal ini biasa disebut “keminggris”.

Pun, hal ini bisa terjadi karena bahasa Inggris dianggap lebih keren dan bila menggunakannya terlihat orang dengan intelektualitas yang tinggi. Sehingga penggunaan bahasa inggris banyak digunakan. Walaupun saya sendiri berpendapat bahwa intelektualitas tidak ada hubungannya dengan bisa bercakap bahasa Inggris dengan baik.

Contoh seperti cuitan @ulwanfakhri di Twitter ini: “Mitos setiap show standup pasti ada "tumbalnya" masih berlaku. Pun di #Keminggris. Tapi experience-nya emang beda sih daripada show "lokal"”. Dalam cuitan ini terlihat sekali bagaimana bahasa Indonesia dan Inggris bercampur aduk sedemikian rupa.

Akan tetapi masih ada segelintir orang yang peduli terhadap berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Apabila di Twitter kita bisa menemukan Ivan Lanin (@ivanlanin), Ivan Lanin menjadi orang yang gencar sekali dalam memberikan pehamaman mengenai berbahasa Indonesia yang baik dan benar atau biasa kita sebut polisi bahasa.

Ia terlihat akan membalas setiap cuitan yang ditujukan kepadanya. Terlihat sekali di linimasanya orang-orang bertanya mengenai padanan kata bahasa Indonesia yang baik dan benar. Saya sendiri menilai Indonesia butuh orang yang berdedikasi tinggi seperti Ivan Lanin ini untuk gencar dalam mempromosikan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Tidak hanya Twitter, saat ini banyak sekali kreator di YouTube yang berbicara “Keminggris”. Hal ini bisa menjadi hal yang buruk, karena dengan mereka menggunakan cara bicara seperti itu secara tidak langsung mempengaruhi penggemarnya.

Kurang baiknya penggunaan kata juga terjadi di lingkungan sekolah ataupun kuliah. Seringkali kita menemukan penggunaan kata seperti “kids zaman now”, penggunaan seperti ini seringkali saya temukan dalam perbincangan mahasiswa di media sosial ataupun tidak. penggunaan seperti ini cukup merusak bahasa Indonesia. Walaupun bisa dibilang sepele, hal ini saya rasa menjadi hal yang harus diperhatikan.

Kurangnya kecintaan pemuda dalam menggunakan bahasa Indonesia ini bisa terjadi karena beberapa hal. Contohnya seperti lingkungan sekolah, lingkungan sekolah menjadi sarana bagi anak untuk belajar. Banyak orang tua yang ingin anaknya mendapatkan sarana pendidikan yang baik, lalu memasukan anaknya ke sekolah-sekolah internasional yang dalam metode pembelajarannya bilingual atau menggunakan dua bahasa.

Hal ini bisa saja memunculkan dua hal, pertama, anak menjadi pintar berbahasa Inggris sehingga tidak lagi diperlukannya les privat. Kedua, ketika bahasa Inggris menjadi bahasa yang sering digunakan anak sejak dini, maka anak akan terbiasa mengenai hal tersebut yang nantinya akan berujung pada kebiasaan bahasa Inggris dibanding bahasa Indonesia.

Kedua masalah tersebut seharusnya menjadi perhatian orang tua. Akan tetapi, orang tua saat ini lebih bangga anaknya menggunakan bahasa Inggris dibandingkan dengan bahasa Indonesia. Alasan yang sama, yaitu anaknya akan terlihat lebih pintar. Lalu, banyak dari orang tua modern yang mengajarkan anaknya berbahasa inggris sejak kecil dibandingkan mengajarkan anaknya berbahasa Indonesia.

Melalui bulan bahasa ini diharapkan pemerintah lebih gencar dalam sosialisasi mengenai bahasa Indonesia yang baik dan benar. Lalu, diharapkan juga pemerintah tidak hanya sosialisasi ketika bulan bahasa, namun di sepanjang tahun. Karena pemerintah juga mempunyai kewajiban mencerdaskan kehidupan bangsa terutama dalam menyosialisasikan bahasa Indonesia.

Bahasa Indonesia menjadi bahasa yang harus selalu dipertahankan. Bisa kita ketahui sendiri Indonesia mempunyai sangat banyak suku bangsa dari Sabang sampai Merauke.

Dengan sangat beragamnya, suku bangsa maka beragam juga bahasa yang ada di Indonesia. Maka, bahasa Indonesia harus hadir di tengah masyarakat dan menjadi perekat antarsuku di Indonesia.

Yang terpenting dengan diperingatinya bulan bahasa ini bisa membuat pemuda-pemudi Indonesia yang mencintai bahasa Indonesia, dan tidak menganggap remeh berbahasa Indonesia yang baik dan benar.

(ded/ded)
star Terpopuler