edukasi
Edukasi
EDUKASI Rabu, 06/12/2017 14:12 WIB

Dampak Positif Erupsi Gunung Agung dan Siklon Tropis

Dampak Positif Erupsi Gunung Agung dan Siklon Tropis Gunung Agung (Foto: REUTERS/Darren Whiteside)
Jakarta, CNN Indonesia -- Akhir-akhir ini, fenomena alam yang cukup membuat gempar Indonesia sering kita dengar. Mulai dari erupsi gunung Agung hingga dua badai tropis yang muncul di selatan Indonesia, siklon Cempaka dan Dahlia.

Tentu saja fenomena-fenomena alam ini menyebabkan kerugian yang sangat besar di berbagai sektor, baik sektor transportasi, ekonomi, pariwisata, dan lain sebagainya.

Erupsi gunung Agung menyebabkan puluhan ribu warga harus mengungsi agar terhindar dari bahaya awan panas, aliran lava, guguran batu, lontaran batu pijar, dan hujan abu lebat. Menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan bahwa kondisi gunung Agung masih pada kondisi awas. Masyarakat dihimbau untuk tidak melakukan kegiatan dalam radius 8 km dari gunung Agung.

Dampak yang ditimbulkan dari erupsi gunung Agung mencakup banyak hal. Di antaranya adalah tidak dapat beroperasinya beberapa transportasi, seperti transportasi udara. Dari segi kesehatan, terjadi gangguan pernafasan yang disebabkan oleh debu dari erupsi gunung Agung. Serta dari segi perekonomian, diperkirakan mengalami kerugian besar akibat tidak dapatnya masyarakat beraktivitas dikarenakan erupsi gunung Agung.

Badai tropis Cempaka atau yang lebih dikenal dengan siklon Cempaka, juga merupakan fenomena alam yang menyebabkan kerugian, terutama di pesisir pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Sumatera (Lampung dan Bengkulu).

Siklon ini memberikan efek yang cukup besar dikarenakan jarak pusat siklon ke daratan sangat dekat. Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), itu menyebabkan terjadinya cuaca ekstrem seperti angin kencang, hujan lebat dan berpetir, serta gelombang tinggi air laut.

Tepat setelah siklon Cempaka dinyatakan melemah dan menjadi “eks Cempaka” muncul siklon baru bernama Dahlia. Siklon Dahlia juga menyebabkan cuaca ekstrem seperti siklon Cempaka.

Dampak dari badai tropis ini adalah banjir bandang yang terjadi di Yogyakarta dan Pacitan dengan intensitas curah hujan masing-masing 286 mm/hari dan 383 mm/hari (kategori ekstrem >150 mm/hari).

Namun, tahukah anda bila fenomena-fenomena alam ini juga mempunyai dampak positif. Menurut Suriadikarta, peneliti utama di bidang kesuburan tanah dan biologi tanah, pada kelompok peneliti di Balittanah BBSDLP, lahan yang terkena abu vulkanik gunung berapi akan menjadi subur. Hal ini disebabkan abu vulkanik mempunyai pH mendekati netral, kaya akan unsur kalsium (Ca) dan Fosfor(P), dan rendah kandungan logam berat. Sehingga bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman. Hal ini tentunya sangat menguntungkan petani.

Siklon tropis juga dapat menjadi berkah untuk nelayan karena menurut Eko Susilo, Peneliti dari Balai Penelitian dan Observasi Laut, siklon tropis mampu meningkatkan kesuburan perairan. Nilai konsentrasi klorofil-a yang merupakan nutrient atau unsur makanan bagi ikan akan meningkat lima kali lipat. Akibatnya setelah siklon usai, ikan akan bermigrasi ke daerah tersebut karena terdapat banyak sumber makanan. (ded/ded)
star Terpopuler