edukasi
Edukasi
EDUKASI Rabu, 06/12/2017 17:26 WIB

Tradisi Berburu dan Pasar Hewan Endemik di Papua

Tradisi Berburu dan Pasar Hewan Endemik di Papua Ilustrasi (Foto: CNN Indonesia/Ardita Mustafa)
Jayapura, CNN Indonesia -- Ingin melihat sesuatu yang unik di daerah baru yang dikunjungi, datanglah ke pasar tradisional. Di situ akan dijumpai kuliner tradisional dan produk lokal khas daerah setempat.

Begitu pula jika berkunjung ke pasar tradisional Jayapura, kita akan menjumpai tas tradisional noken, forna untuk memanggang sagu, dan kadang akan dijumpai pula fauna endemik Papua yang diperjualbelikan untuk dikonsumsi. Seperti penyu, kuskus, burung maleo dan kanguru.

Pernah suatu hari, saya iseng bertanya kepada salah satu penjual yang rupanya juga berprofesi sebagai pemburu, berapa harga kuskus yang berukuran besar dan berapa harga kuskus berukuran sedang?

Penjual jawab, harga kuskus besar Rp300 ribu sedangkan kuskus ukuran sedang Rp400 ribu. Saya bertanya lagi, mengapa yang berukuran sedang harganya lebih mahal?

Penjual jawab, kuskus besar mudah ditangkap karena gerakannya lambat, sedangkan kuskus berukuran sedang lebih lincah, dan sulit ditangkap.

Begitulah di Papua, kadang harga diukur dari usaha keras waktu mendapatkannya. Fauna endemik Papua telah dilindungi undang-undang, fauna dan habitatnya harus dijaga kelestariannya.

Kadang pemburu beralasan, berburu binatang merupakan tradisi sejak zaman nenek moyang mereka. Mereka juga beralasan hanya menggunakan alat berburu tradisional berupa panah, sehingga jumlah binatang yang didapatkan terbatas jumlahnya.

Instansi terkait, tokoh adat, media masa perlu bekerjasama untuk mensosialisasikan bahwa fauna endemik Papua dilindungi undang-undang. Hanya babi hutan saja yang diperbolehkan untuk diburu. (ded/ded)
star Terpopuler