edukasi
Edukasi
EDUKASI Senin, 30/10/2017 17:09 WIB

Teknik Memperpanjang Masa Simpan Buah-buahan

Teknik Memperpanjang Masa Simpan Buah-buahan Ilustrasi (Foto: EvolvingScenes/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Masa simpan buah biasanya selalu jadi persoalan kita kan? Banyak buah yang enggak boleh disimpan lama-lama. Kalau terlalu lama, buah bisa berubah bentuk, rasa, dan bahkan juga busuk. Tapi ada lho teknik untuk memperpanjang masa simpan buah.

Teknik itu bernama freeze drying. Ini merupakan teknik yang digunakan untuk mengawetkan makanan. Penerapan teknik ini menggunakan alat yang disebut dengan freeze dryer.

Freeze drying dilakukan dengan menghilangkan sebagian besar kandungan air dalam vacuum chamber melalui proses sublimasi dan terakhir pembungkusan produk dalam wadah kedap udara.

Penggunaan teknik ini akan membuat suatu bahan pangan lebih mudah dipindahkan ke tempat lain yang dikarenakan beratnya yang telah berkurang, mempunyai masa simpan yang panjang karena kandungan air dalam bahan pangan yang sangat kecil, dan mudah dikonsumsi. Rasa, aroma, dan penampakan  bahan pangan yang di freeze-dried kurang lebih sama dengan rasa, aroma, dan penampakan sebelum dilakukan freeze drying.

Penerapan teknik freeze drying biasanya dilakukan kepada produk kopi, buah-buahan, sayur-sayuran, daging, telur, dan bumbu. Di Indonesia produk komersial yang menerapkan teknik freeze drying pada produk buah masih belum ada. Akan tetapi, di negara ASEAN lain seperti Thailand, telah mengoptimalkan teknik ini. Salah satunya produknya adalah freeze-dried buah durian.

Freeze-dried buah durian ini memiliki rasa dan aroma yang sama dengan buah durian aslinya. Akan tetapi, minimnya pengetahuan masyarakat Indonesia menyebabkan kurangnya penerapan teknik freeze drying.

Pengolahan buah menjadi freeze-dried harus melalui tahap persiapan terlebih dahulu. Tahap persiapan meliputi pengecekan, pemotongan, pengupasan, dan pencucian. Pengecekan dilakukan untuk menentukan adanya kontaminasi maupun kebusukan pada buah.

Pemotongan dapat dilakukan secara manual menggunakan pisau dan pengupasan buah dapat dilakukan atau tidak tergantung dari jenis buah yang digunakan. Contohnya stroberi tidak perlu dikupas.

Terakhir, pencucian yang berguna supaya buah bersih dari kotoran yang menempel. Setelah melalui tahap persiapan maka dapat dimulai pengolahan buah dengan teknik freeze drying. Prinsip dari teknik freeze drying adalah perubahan benda padat menjadi gas tanpa menjadi zat cair terlebih dahulu (sublimasi).

Sublimasi disebabkan oleh penurunan tekanan dan kenaikan suhu. Penurunan tekanan disebabkan oleh alat vacuum pump yang berada yang berada pada freeze dryer dengan menarik udara keluar dari mesin. Kenaikan suhu bahan pangan dinaikkan hingga suhu 38 derajat Celsius melalui panas pada tray dan microwave.

Panas yang ditimbulkan akan membuat kristal es yang terperangkap dalam buah dapat langsung berubah menjadi uap tanpa berubah menjadi air terlebih dahulu. Uap yang keluar dari buah langsung dikeluarkan dari freeze dryer. Buah yang telah di-freeze-dried memiliki lubang lubang kecil yang tak terlihat secara kasat mata yang menyerupai spons.

Lubang-lubang tersebut seharusnya terdapat kristal es yang menyebabkan buah hasil freeze-dried mudah/rentan menyerap air maupun uap air yang berada di udara. Lamanya proses freeze-dried bervariasi tergantung jenis bahan yang digunakan, biasanya menghabiskan waktu sekitar 12 jam.  Hasil buah yang di-freeze drying akan memiliki ukuran yang lebih kecil karena pengurangan kadar air sekitar 98 persen dari kadar air semula sehingga buah dapat menjadi jauh lebih awet. (Deddy Sinaga/Deddy Sinaga)
star Terpopuler
Artikel Terkait