edukasi
Edukasi
EDUKASI Selasa, 10/10/2017 13:48 WIB

Memanen Energi Angin di Samudera, Mengapa Ia Berpotensi Besar

Memanen Energi Angin di Samudera, Mengapa Ia Berpotensi Besar Turbin angin di lautan. (Foto: REUTERS/Christian Charisius)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ilmuwan mendapati bahwa memanen energi dari angin yang ada di samudera ternyata lebih berpotensi besar ketimbang di daratan. Apa sebab?

Dari hasil penelitian Ken Caldeira dan Anna Possner dari Carnegie Institution for Science di Stanford yang diterbitkan di jurnal Proceedings of the National Academy of Science, diketahui bahwa kecepatan angin di samudera 70 persen lebih tinggi ketimbang di darat.

Angin di daratan akan terganggu friksi/gesekan akibat struktur alami maupun buatan manusia, sehingga memperlambat kecepatan angin. Dan turbin pun biasanya membuang setengah energi yang mengalir melaluinya.

Alhasil, turbin angin untuk membangkitkan listrik, terasa kurang efektif dan efisien.

Sedang angin di samudera berbeda. Selain kecepatannya 70 persen lebih tinggi, volume anginnya pun sangat besar. Di samudera yang berada di lintang tengah, badai secara teratur mentransfer energi angin yang sangat besar ke permukaan, dari ketinggian. Artinya, sangat besar energi angin yang bisa ditangkap di sini.

Penelitian ini kembali mendorong ide pembangunan fasilitas pemanen energi angin yang mengapung di permukaan laut dalam.

Peneliti itu melakukan perbandingan teoritis fasilitas pemanen angin seluas 2 juta kilometer persegi di Amerika Serikat (pusatnya di Kansas) dan area yang memiliki luas sama di laut terbuka Atlantik.

Mereka mendapati, memenuhi sebagian besar daratan Amerika tengah dengan pemanen angin kurang efisien untuk membangkitkan listrik bagi kawasan AS dan China, yang membutuhkan pembangkit berkapasitas 7 terawatt atau 7 triliun watt.

Sedangkan angin di Atlantik Utara, secara teoritis bisa membangkitkan listrik untuk kedua negara, dan lebih lagi. Potensi energi yang bisa diekstraksi dari samudera itu, pada area yang sama luasnya, adalah tiga kali lebih besar. Mereka menghitung, membangun pemanen energi angin seluas 3 juta kilometer persegi di samudera bisa menghasilkan energi sampai 18 triliun watt.

Tapi ini semua memang baru tahap teoritis. Di samping itu, ada persoalan lain. Kekuatan angin di samudera tak selalu sama pada setiap musim. Lagipula, belum ada teknologi yang bisa melakukan pemanenan energi di area seluas itu di lautan. (ded/ded)
star Terpopuler