edukasi
Edukasi
EDUKASI Rabu, 23/08/2017 11:53 WIB

Tablet Cepat Hancur Berbahan Rumput Laut Buatan UI

Tablet Cepat Hancur Berbahan Rumput Laut Buatan UI Ilustrasi (Foto: REUTERS/Srdjan Zivulovic/)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tablet yang cepat hancur di mulut tanpa air, atau yang disebut juga Fast Disintegration Tablet (FDT), biasanya membutuhkan bahan impor yang mahal. “Hampir 95 persen bahan superdisintegran yang ada di Indonesia adalah produk impor,” tutur Kevin Dio Naldo, mahasiswa Farmasi Universitas Indonesia, seperti dikutip Antara, Selasa (22/8) kemarin.

Tablet FDT ini sangat dibutuhkan pasien yang kesulitan menelan, macam pasien lanjut usia, pasien bayi dan anak, atau yang kesulitan air, pasien yang sering muntah, serta pasien gangguan jiwa. Untunglah ada Kevin dan timnya.

Kevin dan dua mahasiswa Farmasi UI lainnya, yaitu Revi Pribadi dan Rezwendy, berhasil menghasilkan bahan superdisintegran dari rumput laut lokal merah bernama latin Gracilaria verrucosa, di bawah bimbingan Dosen Farmasi UI Dr. Silvia Surini, M.Pharm,Sc.Apt.

"Bahan Superdisintegran lokal ini akan mudah pecah dan larut dalam tubuh kurang dari 30 detik," kata Kevin.
 
G. verrucosa adalah jenis rumput laut yang melimpah, namun pemanfaatannya dalam bidang farmasi belum banyak dilakukan. G. verrucosa yang merupakan jenis rumput laut kelas alga merah (Rhodophyceae) yang dicirikan berwarna merah hingga keunguan.

Di Indonesia, G. verrucosa tersebar di berbagai daerah pesisir seperti Terora di Bali, Paciran di Jawa Timur, dan Sekotong. Selain itu juga ditemukan di Lombok, Dompu di Sumbawa, Pelabuhan Ratu di Jawa Barat, Pantai Baron di Yogyakarta, Pulau Sawu di NTT, Sibatua di Sulawesi Selatan, dan Pulau Besar di Flores. Produksinya berkisar ratusan hingga ribuan ton per tahun.

Formula pembuatan tablet superdisintegran berbahan G. verrucosa ini memenuhi kriteria yaitu tidak membutuhkan air untuk pecah, memiliki rasa yang enak, tidak rapuh, tidak meninggalkan residu pada mulut, dan tidak dipengaruhi suhu dan tekanan.

Diharapkan hasil penelitian ini mampu mendukung pemerintah untuk menciptakan bahan baku obat lokal, menekan angka impor obat serta mendorong produksi superdisintegran lokal dan memberikan informasi kepada petani tambak mengenai nilai guna lain dari G. verrucosa sebagai superdisintegran sehingga secara tidak langsung dapat menyejahterakan para petani tambak. (Deddy Sinaga/Deddy Sinaga)
star Terpopuler
Artikel Terkait