edukasi
Edukasi
EDUKASI Jumat, 11/08/2017 11:58 WIB

Otentifikasi Dua Faktor, Si Gembok Pelindung Data

Otentifikasi Dua Faktor, Si Gembok Pelindung Data Ilustrasi (Foto: REUTERS/Pawel Kopczynski)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dewasa ini password yang rumit tak menjamin datamu takkan bisa ditembus peretas lho. Coba cermati Laporan Investigasi Pelanggaran Data Verizon 2017.
 
Laporan ini mengindikasikan bahwa jumlah pelanggaran data meningkat dari 50 persen menjadi 66% dan dalam tiga tahun terakhir sudah menjadi 81 persen.  

Uji coba yang dilakukan oleh Preempt terhadap penggunaan kata sandi dengan 10 karakter, hasilnya sangat mengejutkan: password dengan kompleksitas rendah dapat dibobol dalam waktu kurang dari satu hari, sedang untuk kompleksitas medium dibutuhkan waktu kurang dari seminggu dan password dengan kompleksitas tinggi butuh waktu kurang dari sebulan.

Solusinya, ada cara yang disebut metode otentikasi dua faktor (Two-Factor Authentication/2FA). Cara ini bisa menjadi jalan keluar bagi perusahaan-perusahaan untuk menekan faktor human error akibat penggunaan password yang buruk atau permasalahan digital lain yang muncul.

Teknologi ini merupakan opsi keamanan ganda yang bisa membantu melindungi kebocoran data. Teknologi ini dapat diimplementasikan dalam keperluan digital sehari hari, seperti saat login komputer, login ke applikasi internal perusahaan, login ke Web Mail, login ke VPN, dan Kode approval.

Technical Consultant PT Prosperita – ESET Indonesia, Yudhi Kukuh, mengatakan penggunaan password tanpa 2FA akan semakin meningkatkan keamanan akses.

Penggunaan otentikasi dua faktor menjadi opsi pengamanan baru yang lebih aman dan eksklusif. Otentikasi dua faktor menggunakan dua elemen yaitu terdiri dari kata sandi pengguna dan OTP (One Time Password) yang dengan mudah diimplementasikan di ponsel pintar. (ded/ded)
star Terpopuler