edukasi
Edukasi
EDUKASI Senin, 17/07/2017 17:08 WIB

Berlagak Jadi Semut, Tipu-Tipu Cara Laba-Laba

Berlagak Jadi Semut, Tipu-Tipu Cara Laba-Laba Ilustrasi laba-laba. (Foto: StokPic.com)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ada banyak perilaku hewan yang bertujuan untuk menghindari predator. Ada yang melakukan kamuflase, sembunyi di bawah tanah, atau beraktivitas pada malam hari saja.

Ada juga yang mencoba meniru binatang lain, macam laba-laba Myrmarachne formicaria. Agar tak diserang predatornya, laba-laba ini berpura-pura jadi semut.

Semut dikenal sebagai binatang yang agresif dalam mempertahankan diri. Mereka bisa menggigit, bahkan menyerang balik dengan zat asam.  Itulah sebabnya pemangsa serangga biasanya lebih menyukai laba-laba ketimbang semut. Untuk itulah laba-laba Myrmarachne formicaria kemudian memilih jadi semut supaya terhindar dari pemangsa.

Perilaku meniru atau biasa disebut juga mimicry itu adalah perilaku adaptasi dalam evolusi makhluk hidup untuk mempertahankan hidupnya. Ngengat bisa meniru warna kupu-kupu, belalang membuat dirinya tampak seperti kumbang harimau.

Lantas bagaimana laba-laba ini meniru semut? Dilansir dari Science Daily, disebutkan bahwa laba-laba itu akan berjalan menggunakan delapan kakinya, tapi ia akan sering berhenti sejenak untuk mengangkat kaki depan, meniru antena semut.

Saat berjalan, laba-laba ini akan menempuh lintasan berkelok-kelok sekitar 5-10 kali panjang tubuhnya, yang membuat mereka tampak seperti semut sedang mengikuti jalur feromon.

Dari hasil riset tim dari Universitas Cornell yang diterbitkan di jurnal Proceedings of the Royal Society B, menggunakan kamera berkecepatan tinggi, terlihat bahwa kebanyakan pemangsa potensial laba-laba ini memiliki sistem visual yang lebih lambat. Alhasil, mereka mengira laba-laba itu adalah semut lalu batal menyerang. (ded/ded)
star Terpopuler