edukasi
Edukasi
EDUKASI Jumat, 14/07/2017 10:27 WIB

Mendeteksi Kejang Sebelum Kejadian

Mendeteksi Kejang Sebelum Kejadian Ilustrasi otak (Foto: Thinkstock/lixuyao)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kejang-kejang bisa terjadi kapan saja tanpa peringatan. Apalagi kalau kamu punya riwayat epilepsi.

Biasanya, penderita epilepsi akan berusaha menghindari aktivitas yang dapat membahayakan kalau kejang-kejang terjadi.

Tapi kini kamu bisa kok mulai mendeteksi bakal terjadinya kejang melalui pemantauan gelombang otak.

Epilepsi biasanya terjadi akibat adanya reaksi berlebihan syaraf atau sel otak yang menyebabkan muatan listrik. Masalah otak ini memicu terjadinya kejang, yang merupakan “badai elektrik” tak terkontrol di otak kita.

Seorang remaja 17 tahun yang sekolah di STEM High School di Redmond, Amerika Serikat, Neha Hulkund, telah menciptakan alat yang bisa memonitor dan menganalisa gelombang otak sehingga dapat memberikan peringatan kalau-kalau kejang bakal terjadi.

Hulkund meneliti data gelombang otak 5 pasien epilepsi di Rumah Sakit Anak-Anak Boston pada 2008. Lalu dia memasang alat yang mengandung banyak elektroda untuk memantau sinyal elektrik di otak dan merekamnya.

Dengan teknik machine learning, alat itu membantu komputer menemukan pola terjadi dan bakal terjadinya kejang-kejang. Alat itu mampu memperkirakan terjadinya kejang, sejak 3 menit sampai 30 detik sebelum kejadian. Ada alat yang akan memberikan peringatan kepada pasien.

Alat ini bahkan bisa dihubungkan ke perangkat lain secara nirkabel, sehingga orang lain pun bisa memonitor kondisi si pasien dari jarak jauh.

Penemuan Hulkund ini dipamerkan di ajang Intel International Science and Engineering Fair. (ded/ded)
star Terpopuler