edukasi
Edukasi
EDUKASI Jumat, 14/07/2017 07:47 WIB

Memainkan Musik dengan Pikiran

Memainkan Musik dengan Pikiran Ilustrasi (Foto: dok. geralt/pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ini bukan sulap apalagi ilusi. Ahli syaraf telah menciptakan instrumen musik yang bisa dimainkan hanya dengan pikiran.

Alat ini ditujukan bagi mereka yang kehilangan fungsi motorik, seperti akibat stroke, cedera saraf tulang belakang, amputasi, dan sebagainya.

Alat itu diberi nama Encephalophone. Diciptakan oleh Thomas Deuel, ahli syaraf dari Swedish Medical Center dan Universitas Washington. Dia menerbitkan penelitiannya di jurnal Frontiers in Human Neuroscience, baru-baru ini.

“Encephalophone adalah instrumen musik yang bisa kamu kontrol dengan pikiran, tak perlu bergerak,” tutur pakar syaraf dan musisi ini. Dia mendedikasikan alat ini bagi pasien yang tadinya pemusik sebelum jatuh sakit.

Encephalophone mengumpulkan sinyal otak melalui sebuah topi yang mentransformasikan sinyal spesifik menjadi notasi musik. Alat ini dipasangkan dengan synthesizer, sehingga pasien bisa menciptakan musik dengan suara instrumental yang bervariasi.

Deuel merancang Encephalophone di laboratorium pribadinya bersama Felix Darvas, ahli fisika di Universitas Washington. Pada uji coba awal, alat ini ternyata mudah dimainkan oleh 15 orang dewasa yang sehat tanpa latihan sebelumnya.

Encephalophone bisa dikontrol lewat dua tipe sinyal otak independen, yakni yang berhubungan dengan visual cortex (seperti menutup satu mata) atau yang berhubungan dengan memikirkan gerakan. Nah, yang memikirkan gerakan adalah yang paling berguna bagi pasien disabilitas.

Encephalophone sendiri berbasiskan teknologi antarmuka otak komputer memakai metode lawas yang disebut elektroencephalography, yaitu mengukur sinyal elektrik di otak. Ilmuwan pertama kali mengubah sinyal ini menjadi suara pada 1930-an dan kemudian jadi musik pada 1960-an. (ded/ded)
star Terpopuler