keluarga
Keluarga
KELUARGA Jumat, 19/05/2017 18:22 WIB

Mengobati Depresi dengan Permainan Game

Mengobati Depresi dengan Permainan Game Ilustrasi (Foto: Thinkstock/Dolgachov)
Jakarta, CNN Indonesia -- Depresi dapat melanda siapa saja, baik orang tua, dewasa hingga remaja. Pemicu depresi bukan saja melalui pola makanan tetapi faktor lingkungan juga dapat berperan sebagai pemicu. Semisal, jalanan yang senantiasa macet tak karuan akan membuat kamu merasa tertekan.

Teknologi yang berkembang menawarkan solusi untuk meredakan depresi. Dengan sebuah permainan video game yang melawan depresi dan aplikasi "pelatihan otak" meminta pengguna untuk tidak hanya bermain lebih sering, tapi juga menghabiskan lebih banyak waktu di setiap sesi.

"Melalui penggunaan pesan persuasif yang dirancang dengan hati-hati, video game kesehatan mental dapat dirasakan dan digunakan sebagai pilihan perawatan yang lebih mudah" para peneliti menulis dalam makalah yang diterbitkan di Computers in Human Behavior.

Pesan, dan permainan yang ditugaskan berikutnya, sasaran depresi yang bisa dianggap sebagai internal-disebabkan oleh ketidakseimbangan kimia atau faktor keturunan - atau dari faktor luar, seperti situasi lingkungan atau hubungan.

Perpesanan itu sedikit berbeda dalam pendekatan, namun berakhir dengan catatan inspirasional dasar untuk menginspirasi peserta untuk memainkan permainan. Setiap pesan diakhiri dengan: "Sama seperti latihan rutin, sebagian besar manfaat dari tugas ini berasal dari penggunaan tanpa henti dan berusaha sebaik mungkin."

Masing-masing dari enam, tiga menit permainan dalam penelitian ini merupakan adaptasi dari tugas pelatihan neurofisiologis yang telah terbukti dapat meningkatkan kontrol kognitif di antara orang-orang yang mengalami depresi.

Pemindaian otak bisa memprediksi perawatan depresi
Menggambarkan depresi sebagai sesuatu yang disebabkan secara internal karena faktor biologis dan menyediakan aplikasi berbasis video game untuk pelatihan otak membuat pengguna merasa bahwa mereka dapat melakukan sesuatu untuk mengendalikan depresi mereka. Temuan ini mendukung penelitian lain yang menunjukkan bahwa permainan latihan otak berpotensi menginduksi perubahan kognitif. Pengguna juga memberi peringkat tinggi kegunaan aplikasi.

Di sisi lain, menggambarkan depresi sebagai kondisi yang disebabkan oleh faktor eksternal membuat pengguna menghabiskan lebih banyak waktu untuk bermain game-sekali lagi, mungkin memberi mereka perasaan kontrol atas situasi mereka. Namun periset mengatakan hasil ini membuka peluang dimasa depan dalam pengembangan teknologi game yang membantu melawan ragam gangguan kesehatan.

Studi tersebut mengamati hasil dari 160 sukarelawan siswa yang mengatakan bahwa mereka menderita depresi ringan. Dua pertiga dari relawan adalah wanita, dan lebih dari separuh subyeknya berasal dari Asia, diikuti oleh etnis kulit putih, Latin, dan etnis lainnya. Usia rata-rata adalah 21. Apakah bermain game justru mengurangi depresi akan menjadi bagian studi masa depan. (ded/ded)
star Terpopuler