inspirasi
Inspirasi
INSPIRASI Jumat, 19/05/2017 14:03 WIB

Manusia Bukan Botol Plastik

Manusia Bukan Botol Plastik
Jakarta, CNN Indonesia -- Manusia bukan wadah plastik botol air mineral. Air diminum, lalu botol di buang.

Meski tubuh cuma darah, daging dan organ di dalamnya. Itu sebabnya tubuh sirna jadi debu. Ruh menjadi jiwa semesta tak bisa sirna.

Berkat Ilahi teramat indah ketika Bunda melahirkan putra-putrinya. Keindahan kehidupan di alam rahim Ibunda seperti melihat panorama realitas dunia.

Tangis pertama, tanda-tanda sang bayi melihat realita dunia. Ditangis itu akan ada citra kisah-kisah kehidupan pasangan kekasih. Kisah cinta terindah, pesona bagai simponi The Song of Joy.

Manusia. Kehidupan kasih sayang di semesta. Cinta saja tidak cukup melengkapi perjalanan.

Cinta dan kasih sayang iman kehidupan seluas alam raya untuk sesama, akan tetapi iman itu belum cukup untuk air susu Bunda, berkat mata air kehidupan.

Terbayang. Ibunda mengandung janin di tubuh. Hanya ada kelembutan cinta dan kasih sayang, janin di kandung tubuh menjadi kehidupan bagi sesama kelak..

Manusia. Bukan kehidupan tapal batas antara negara atau politik hidup kepada alam raya. Kemenangan atau kekalahan bukan langit di jiwa cuma sementara melekat di tubuh.

Itu sebabnya prestasi harus terus diraih untuk kesejahteraan berbangsa dan bernegara terus menuju tak terhingga.

Kepribadian tradisi-tradisi. Kehormatan membentuk identitas Indonesia dan Sang Saka Merah Putih. Semesta sesungguhnya bagi kehidupan alam raya di dalam ruh di jiwa manusia Indonesia.

Lalu, bagaimana jika kepribadian dan kehormatan direnggut? Bukan oleh iman kebijaksanaan semesta. Tapi direnggut oleh kesombongan penentang kekuatan akal budi semesta.

Pertanyaan tak selalu menemukan jawaban. Pertanyaan tak perlu jawaban apapun. Tafakur. Sebab jawaban ada di nurani nasionalisme kebangsaan.

Sebab iman akal budi akan muncul ke permukaan kesabaran, pada kebaikan, pada kebenaran. Pasti, akan dinyatakan Ilahi, bersama kekuatan iman alam raya.

Itu sebabnya, politisasi arogansi rayap-rayap ataupun gerombolan belalang pemangsa daun hanya akan seumur jagung. Tak perlu dirisaukan benar.

Iman akal budi senantiasa ada pada semua kebenaran, pada semua kebaikan, padasemua kesabaran. Karma positif akan menentukan waktu pilihan untuk generasi terbaik bangsa dan negara berbudi adiluhung ini.

Indonesia tetap konsisten membasmi neokolonialisme-manipulasi dalam bentuk apapun. Pasti. Salam Indonesia Unit. (Deddy Sinaga/Deddy Sinaga)
star Terpopuler