edukasi
Edukasi
EDUKASI Senin, 19/06/2017 16:01 WIB

Mengenalkan Tanaman dan Pertanian pada Remaja

Mengenalkan Tanaman dan Pertanian pada Remaja Mengenalkan pertanian pada remaja di Cimenyan, Bandung Utara. (Dok UGC CNN Student/Odesa Indonesia)
Bandung, CNN Indonesia -- Pendidikan pertanian, terutama yang berkaitan dengan inovasi merupakan pilar tumbuhnya kebaikan masyarakat Indonesia. Dan yang terpenting pendidikan pertanian itu juga masuk pada kelompok remaja karena berguna untuk bekal masa depan generasi.

Di Kampung Sekebalingbing, Desa Cikadut Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung, Yayasan Odesa memulai mengambil kegiatan pertanian untuk para remaja. Baru-baru ini, beberapa siswa SD dan SMP selepas sekolah mendapat bimbingan memahami tanaman obat. Melalui sistem praktik pendidikan lapangan, 8 anak mendapatkan pemahaman tentang tanaman Moringa, Daun Afrika dan Daun Kumis Kucing.

Setelah beberapa minggu sebelumnya pengenalan tentang tanaman obat dilakukan dengan menonton video-video herbal dari Youtube, pada Mei lalu sebanyak empat remaja praktik ke lapangan dengan mencari sumber bibit daun Moringa dan Daun Afrika. Anak-anak remaja itu diajarkan cara mengambil bibit tanaman dari pohon yang sudah layak ditebang.

Cara menebang diajarkan. Berapa ukuran dan cara penanaman serta perawatan masa tanam hingga perkembangan. Selain itu juga diajarkan model konsumsi untuk kesehatan.

Anak-anak remaja desa itu mendapatkan pengetahuan yang berharga karena terdapat sentuhan ilmiah. Menonton video-video pertanian modern membuat mereka tersadarkan tentang manfaat tanaman. Bahkan karena mereka tahu tentang kandungan gizi dan manfaat sebuah tanaman, mereka semangat bercocok tanam di pekarangan.

“Orang sering tidak suka dengan Kelor (Moringa), ternyata bagus. Saya sering melihat tanaman Daun Afrika, tapi tidak tahu gunanya. Eh ternyata hebat,” kata Nur Arafi (15 tahun), Siswa SMP Bustanul Ulum Cikadut.

Nur Arafi dan kawan-kawannya sebulan belakangan ini sering menanam dua tanaman obat tersebut di pekarangannya. Bibitnya mencari dari perumahan-perumahan terdekat dari kampungnya. Setelah mengenal tentang Tanaman Kelor (Moringa) dan Daun Afrika ia sering mengonsumsinya menjadi menu sehat setiap hari. Nur Alip juga menganjurkan Emak dan bapaknya minum ramuan Daun Afrika.

“Di pinggir kolam rumah saya tanami puluhan Daun Afrika dan saya senang karena cepat pertumbuhannya. Kakek saya punya sapi. Jadi saya punya banyak pupuk. Saya juga tanam kelor dan Kumis Kucing,” katanya.

Pendidikan pertanian model praktik lapangan seperti itu menjadi kegiatan pokok Odesa Indonesia dengan tujuan mendorong warga mahir dalam pengelolaan lahan terbatas dengan inovasi tanaman baru. Dengan semangat Smart Farming, Odesa Indonesia mengambil pendidikan pencerdasan pertanian pada sektor petani tua, petani muda dan ibu rumah tangga.

Mulai bulan April 2017, Odesa Indonesia melangkah pada pendidikan pertanian kepada sektor remaja. Hal itu dimaksudkan sebagai cara menjawab problem kemerosotan pertanian di Indonesia yang tidak inovatif karena kebanyakan petani bercocok tanam tanpa pengetahuan ilmiah.

Tanaman Moringa (kelor) dan Daun Afrika yang di negara-negara lain berkembang pesat, sementara di Indonesia banyak yang mengabaikan. Padahal kedua tanaman ini begitu luar biasa jika dimanfaatkan sebagai gizi keluarga sekaligus menyelesaikan masalah kesehatan. Bahkan World Health Organization (WHO) pun sudah mendorong pemanfaatan Moringa sebagai solusi mengatasi gizi keluarga di Afrika dan mendorong pemanfaatan Daun Afrika sebagai obat HIV/AIDS. (ded/ded)
star Terpopuler