edukasi
Edukasi
EDUKASI Jumat, 21/04/2017 16:49 WIB

Merayakan Hari Bumi di Kampus Unpad

Merayakan Hari Bumi di Kampus Unpad Foto: CNNIndonesia/Aghnia Adzkia
Jakarta, CNN Indonesia -- Banyak hari besar yang ditandai merah di kalender, tapi tidak semua hari besar ditandai di kalender. Salah satu hari besar yang diperingati secara global atau dirayakan oleh semua orang yang ada di dunia, hari besar itu adalah Earth Day, atau Hari Bumi.

Biasanya dalam memperingati Hari Bumi (Earth Day) ini banyak kegiatan yang dilakukan, baik dalam skala nasional, kota, daerah, kecamatan ataupun tingkat sekolah.

Acara yang diperingati untuk Hari Bumi (Earth Day) biasanya berbeda-beda, tapi tujuannya tetap sama yaitu memperingati Hari Bumi, sebagai tanda terimakasih manusia kepada bumi yang telah memberikan lahan untuk manusia menjalani aktivitasnya.

Di tataran pendidikan, misalnya saja universitas biasanya selalu diadakan acara untuk memperingati hari ini. Salah satunya acara Hari Bumi (Earth Day) yang diselenggarakan BEM Kema Universitas Padjadjaran (Unpad). Dalam memperingati Hari Bumi (Earth Day) tersebut, BEM Kema bekerja sama dengan mahasiswa dan komunitas yang ada di masyarakat atau tokoh masyarakat itu sendiri.

Dalam menyambut hari besarnya, tanggal 22 April 2017, BEM Kema, yang ditanggungjawabkan oleh divisi Sosial Masyarakat (Sosmas) membuat rangkaian acara dalam menyambut hari tersebut.

Unpad ‘Poek’
Poek yang diambil dari bahasa Sunda ini berarti gelap, yang dimaksud dalam acara Unpad Poek untuk memperingati Hari Bumi (Earth Day) adalah dengan mengajak mahasiswa untuk mematikan lampu sejenak. Esensinya agar mahasiswa bisa menghemat penggunaan listrik. Karena dulu berawal dari Earth Hours kemudian berubah menjadi Earth Day.

Pada tahun 2016, dalam menyambut acara Hari Bumi (Earth Day) ini area di sekitar Jatinangor digelapkan. Akan tetapi tahun 2017 ini hanya internal kampus Unpad saja yang digelapkan. Alasannya menurut Hafidz Hasbi, Penanggung Jawab acara Hari Bumi (Earth Day) adalah karena kurangnya dukungan dari pemerintah dalam memperingati Hari Bumi (Earth Day) ini.

Selain mensosialisikan untuk hemat energi, acara ini juga diisi oleh bazar yang menarik, mulai makanan minuman hingga panggung hiburan untuk memeriahkan datengnya Hari Bumi.

E-Ducation
E-ducation atau mengajar, merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam memperingati Hari Bumi (Earth Day) 2017, gerakan ini bertujuan untuk mendidik anak usia dini atau yang duduk di bangku sekolah dasar bisa memanfaatkan sampah agar bisa di daur ulang. Gerakan ini juga memberikan sosialiasi kepada siswa-siswa sekolah dasar di sekitar kampus Unpad Sumedang.

1000 Tumblr
Dalam memperingati Hari Bumi (Earth Day) dan dalam rangka menumpas botol minuman satu kali pakai, dalam menyambut peringatan Hari Bumi juga membagikan 1000 tumblr. Ini untuk mengajak mahasiswa agar berpartisipasi. Dilakukan juga games unik dengan cara meng-upload foto gerakan tumblr ke instagram lho. Kalau bisa mengajak teman untuk mensosialisasikan acara ini tentunya akan semakin banyak lagi masyarakat yang mendapat informasi mengenai peringatan Hari Bumi dan meminimalisir pemakaian botol sekali pakai dan juga plastik.

Bersih-Bersih Jatinangor
Acara puncak untuk memperingati Hari Bumi ini akan diadakan bersih-bersih daerah sekitar Jatinangor, bekerjasama dengan komunitas Jatinangor dan tokoh masyarakat tentunya acara ini diselenggarakan diberbagai wilayah yang kira-kira perlu untuk dibersihkan atas rekomendasi tokoh masyarakat dan masyarakat tentunya.

Sayangnya, tahun lalu pemerintah me-support acara ini, tapi Hari Bumi kali ini tidak ada support dari pemerintah. “Seharusnya pemerintah konsisten dalam memperingati Hari Bumi,” Kata Hafidz Hasbi, Penanggung Jawab Earth Day 2017.

Tahukah kamu, selama 20 tahun terakhir, bumi mengalami kenaikan suhu 2-2,5 derajat Celcius setiap tahunnya yang disebut sebagai Pemanasan Global. Pemanasan Global merupakan efek dari perubahan iklim karena meningkatnya laju emisi gas CO2 di udara sebesar 84%.

Salah satu penyebab perubahan iklim adalah penggunaan bahan bakar fosil (13,1 persen) yang meningkat setiap tahunnya tetapi terjadi deforestasi dan kebakaran hutan (13 persen). Oleh karena itu, mulailah hal kecil seperti memilih berjalan kaki atau transportasi umum pada jarak tertentu, menanam pohon di lingkungan sekitar sebagai bentuk penghijauan. (ded/ded)
star Terpopuler