edukasi
Edukasi
EDUKASI Jumat, 21/04/2017 15:32 WIB

Teknologi Enkripsi, dari Mana Asalnya?

Teknologi Enkripsi, dari Mana Asalnya? Foto: CNN Indonesia/REUTERS/Mal Langsdon
Jakarta, CNN Indonesia -- Enkripsi, barangkali kamu tak asing lagi dengan istilah ini. Enkripsi secara eksplisit dapat diartikan sebagai suatu proses untuk mengubah pesan (informasi) sehingga tidak dapat dilihat tanpa menggunakan kunci pembuka rahasia.

Ternyata, teknologi ini sudah digunakan sejak zaman dulu oleh militer dan intelijen. Dalam perang dunia kedua misalnya, sebuah mesin bernama Enigma menggunakan enkripsi untuk mengirim pesan-pesan rahasia intelijen Jerman.

Saat ini, teknologi enkripsi dengan beberapa modifikasi sudah diaplikasikan untuk kepentingan umum, dalam aktivitas digital seperti merahasiakan data-data penting kamu.

Enkripsi adalah cara paling efektif untuk mengamankan data, melindungi dari serangan penjahat siber. Serangan bisa ditujukan pada perseorangan atau korporasi.

Pencurian data sungguh memprihatinkan lho. Statistik dari Breach Level Index (BLI) membuktikan, sepanjang 2016 telah terjadi 1.378.509.261 kehilangan atau pencurian data di seluruh dunia, atau sama dengan 3.776.738 data per hari, dan 157,364 per jam.

Dari keseluruhan pelanggaran data di 2016 itu, hanya 4 persen pembobolan data dianggap tidak berhasil karena data yang dicuri sudah terlebih dulu dienkripsi oleh korporasi. Jelas kan? Enkripsi adalah salah satu solusi terbaik untuk memecahkan masalah pelanggaran keamanan data.

Enkripsi bisa dilakukan dengan beberapa metode:

Enkripsi File
Fitur ini menginkripsi satu-persatu file sesuai kebutuhan pengguna, apabila ingin melindungi file tertentu saja yang dianggap penting atau rahasia. Metode ini biasanya dimanfaatkan untuk mengamankan file yang akan ditransfer melalui email, CD/DVD, kartu memori dan sejenisnya.

Enkripsi Folder
Berfungsi mengenkripsi folder termasuk sub folder. Setiap file baru atau folder yang dibuat dalam folder tersebut akan ikut dienkripsi. Jika melakukan drag and drop sebuah file atau folder ke dalam folder yang sudah dienkripsi maka otomatis akan terenkripsi. Tapi apabila drag and drop file atau folder keluar akan langsung didekripsi.

Apabila pengguna login, file dalam folder terenkripsi akan membuka dan menyimpan seperti biasa. Namun jika pengguna tidak login, file dalam folder tersebut akan tetap terenkripsi dan file tidak dapat diakses, tidak dapat dikenali atau file akan terbuka namun akan menampilkan data dalam keadaan dienkripsi. Fitur seperti ini memiliki kemampuan menyembunyikan semua folder terenkripsi saat tidak login sehingga tidak terlihat.

Enkripsi Full Disk
Dengan cara ini, seluruh kapasitas hard drive komputer akan dienkripsi, mencakup sistem, program dan semua data yang tersimpan di dalamnya. Setelah proses awal mengenkripsi hard drive telah selesai, pengguna perlu login ketika komputer pertama kali dinyalakan, ini disebut sebagai otentikasi pra-boot, menggunakan password.

Setelah login, komputer akan beroperasi seperti biasa dengan semua data dan program yang tersedia. Namun, komputer tidak dapat diakses tanpa password login. Oleh karena itu full disk encryption memberikan perlindungan terbaik pada data yang tersimpan pada perangkat portabel, yang meskipun dicuri tidak mungkin dapat diakses tanpa mengetahui password yang benar. Walaupun hard disk telah dihapus dan digunakan untuk komputer lain isi disk akan masih tetap terenkripsi dan benar-benar tidak dapat diakses.

Kenali pemusnah bernama Shredder
Tahukah kamu, menghapus data/file dengan cara menekan tombol delete tidak menjamin data terhapus/hilang sepenuhnya. Walau data tersebut dihapus melalui fitur recycle bin sekalipun.

Data yang telah dihapus tersebut tetap dapat dipanggil/dimunculkan kembali dengan menggunakan software tertentu. Shredder adalah fitur yang mampu memusnahkan data secara total sehingga tidak dapat dimanfaatkan oleh siapa pun. Shredder bukanlah fitur untuk mengenkripsi, namun fitur pemusnah data ini biasanya menjadi satu kesatuan di dalam aplikasi enkripsi.

Mengacu pada perlindungan data pribadi yang diatur oleh pemerintah dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 20 Tahun 2016 tentang Perlindungan Data Pribadi dalam Sistem Elektronik, enkripsi bisa menjadi solusi yang sejalan dengan kebijakan tersebut.

Salah satu cara kamu untuk mendapatkan teknologi ini ya pakailah software pengaman komputer atau antivirus yang sudah dilengkapi fitur enkripsi. (ded/ded)
star Terpopuler